AMBON, AT.-Setelah melalui proses penebangan kayu di Negeri Tamilou 25-26 September 2022, tiang alif masjid Djami Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat akhirnya dipancangkan.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno beserta istri dan rombongannya, anggota DPR RI Saadiyah Uluputi, anggota DPRD Provinsi Maluku Ikbal Payapo, Toraya Samal, Hatta Hehanussa, Ketua DPRD Kabupaten SBB, Abdul Rasid Lisaholith, Pejabat Raja Negeri Abobu dan rombongan, Raja Batu Merah, Pejabat Negeri Tamilou dan ratusan warga Luhu serta undangan lainnya.
Prosesi pemancangan tiang alif ini berlangsung sekitar pukul 08.00 WIT. Tiang alif dengan panjang 5, 18 meter ini sebelum di canangkan, di letakan di rumah tua raja Negeri Luhu.
Kemudian sekitar pukul 08.15 WIT sebanyak 42 pemuda adat Negeri Luhu yang dipercayakan menuju rumah tua raja tersebut. Sementara 12 tukang besar masjid Djami Luhu beserta dayang–dayangnya menunggu dan menjemput tiang alif di depan masjid.
Setibanya di depan masjid, para imam besar beserta tukang besar masjid Djami Luhu dengan marga Sillouw menerima tiang alif tersebut. Selanjutnya dilakukan tawaf bersama tiang mengelilingi masjid selama tujuan kali.
Sekitar pukul 10.00 WIT tiang alif terbesar dan terpanjang di dunia ini dibawa ke dalam masjid untuk dipancangkan pada tempatnya. Kegiatan ini dihadiri oleh ribuan warga Negeri Luhu undangan lainnya dan pukul 10.30 WIT tiang alif tersebut selesai di canangkan dengan irama sholawat dan adzan.
Tukang besar Masjid Djami Negeri Luhu, Abdul Gani Sillouw yang diwawancai media ini menjelaskan, renovasi tiang alif masjid Djami Negeri Luhu ini pertama kali dilakukan pada 28 Oktober tahun 1907 dengan usia 99 tahun. Sedangkan yang kedua pada 2001 dengan usia 21 tahun dan dilanjutkan dengan renovasi atau pergantian pada 26 September 2022.
“Tiang alif yang menggunakan kayu Bintanggor karena kayu ini berbuah. Dan menurut keyakinannya melalui kayu tersebut dapat memberikan buah keberkahan bagi negeri dan masyarakatnya, “ kata Abdul Gani Sillouw.
Dia mengaku, pengambilan kayu ini dilakukan di Negeri Tamilou, Kabupaten Malteng pada Senin 25 Juli 2022. Tiang alif yang dipancangkan hari ini, berukuran 5,18 meter dengan motif ukiran dari bawa yakni tumang sagu, pisang, bunga pala dan cengkeh dengan polesan warna hijau, putih, kuning emas dan merah.
Sejumlah ukiran tersebut bermakna hasil bumi masyarakat adat Negeri Luhu. “Alhdulillah tiang alif yang ketiga kali di renovasi ini sudah selesai dicanangkan di masjid Djami Luhu. Tiang alif ini merupakan terpanjang di dunia dengan motif ukirannya melambangkan hasil bumi masyarakat adat Negeri Luhu, “ singkatnya. (AKS)
Dapatkan sekarang