Pelaku Utama Bentrok Tual Diringkus
Pelaku bentrokan di Kota Tual (kaos coklat) berinisial DF saat berada di ruang tahanan Polda Maluku, Minggu (19/2). ISTIMEWA
Admin
20 Feb 2023 18:16 WIT

Pelaku Utama Bentrok Tual Diringkus

AMBON,AT.-Tim gabungan Polda Maluku dari Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditkrimum) dan Polres Tual akhirnya berhasil meringkus pelaku utama bentrok di Kota Tual tiga pekan lalu. Ia ditangkap setelah kepolisian berkoordinasi dengan keluarganya.

Pelaku berinisial DF, pemicu bontrokan yang melibatkan warga kompleks Banda Eli dan Yarler, Kota Tual ditangkap di Ohoi (Desa) Bombay, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabuparten Maluku Tenggara (Malra).

" Sudah. Pelaku diamankan Jumat (17/2). Diamankan di Ohoi Bombay," ujar Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Maluku,  Kombes (Pol) Andri Iskandar ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, Minggu (19/2).

Setelah pelaku diamankan langsung dibawa ke Ambon menggunakan pesawat Lion Air. " Pelaku sudah kita bawa ke Ambon, dan  tiba dari Tual siang tadi, (Minggu-red)," akui Andri.

Kapolres Tual, AKBP Prayudha Widiatmoko yang dikonfirmasi terpisah memastikan DF merupakan pelaku utama pemicu bentrokan pada Kamis, 2 Februari 2023 lalu. DF yang memanah korban Abdul Rahman Muh Sanja Borut, 31 Januari 2023 lalu yang menyebabkan bentrokan warga kompleks Banda Eli dan Yarler itu.

" Iya, yang diduga sebagai penyebab konflik awal," kata Prayudha.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes (Pol) Muhamad Roem Ohoirat menjelaskan, pemuda 23 tahun itu ditangkap setelah aparat Polres Tual berkoordinasi dengan pihak keluarga. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka sebelum melakukan aksi kejahatan tersebut terlebih dahulu mengkonsumsi minuman keras di Langgur. 

"Jadi saat mabuk, tersangka pulang dan melakukan kejahatan penganiayaan menggunakan anak panah," jelasnya.

Ohoirat berharap, tertangkapnya pelaku t utama bentrok dan tiga penyebar hoaks terbakarnya rumah ibadah, tidak ada lagi kejadian-kejadian serupa di Kota Tual. 

"Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pihak keluarga yang mau menyerahkan tersangka," katanya.

Kontribusi pihak keluarga menyerahkan para pelaku kejahatan ini, juga diharapkan dapat ditiru oleh daerah-daerah rawan bentrok lainnya di Maluku. 

"Kami berharap penyerahan pelaku kejahatan dari pihak keluarga sendiri ini bisa menjadi role model, sehingga penanganan bentrok bisa secepatnya dituntaskan. Jangan malah pelaku kejahatan disembunyikan," katanya.

Menurutnya, sesuai arahan Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, saat pertemuan dengan Wali Kota dan semua tokoh masyarakat serta komitmen para Raja di Tual, apabila ada persoalan perorangan, maka yang bersangkutan harus bertanggung jawab.

"Jangan karena persoalan perorangan terus ditarik dijadikan persoalan negeri atau desa yang akhirnya malah merusak semua dan timbulkan korban baik hancurnya rumah maupun jatuhnya korban jiwa manusia," kata Ohoirat mengutip arahan Kapolda Maluku saat itu.

Ia mengatakan, setiap persoalan pribadi harus diselesaikan sendiri. Jangan membawa nama desa atau negeri, yang pada akhirnya masyarakat lain yang tidak tahu menahu harus menanggung perbuatan pidana perorangan tersebut.

"Hentikan semangat solidaritas negatif dan sempit itu. Kasihan anak cucu generasi mendatang harus menanggung semua persoalan dan kerusakan yang dilakukan perorangan yang melakukan kriminalitas," pintanya.(ERM)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai