AMBON,AT-Persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal) edisi ke-V masih terus dimatangkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku. Rencana, event olahraga akbar di Bumi Raja-Raja ini akan bergulir tepat di Hari Olahraga Nasional (Haornas), Rabu 9 September 2026 nanti.
Menurut Sam Latuconsina, Ketua KONI Maluku bahwa, Popmal merupakan salah satu program prioritas Koni Maluku. Jadi, persiapan untuk pelaksanaan harus digodok lebih awal.
"Rapat hari ini (kemarin) untuk membicarakan event ini sudah dilakukan beberapa kali. Ini event olahraga akbar di Maluku. Olehny itu, persiapan untuk memutar ajang itu harus dimaksimalkan, "ungkap Latuconsina saat memimpin rapat persiapan Popmal di Kantor KONI Maluku, Rabu (10/12) petang.
Latuconsina juga memastikan bahwa, jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan atau dilombakan ada 14 cabor.
"Ya, kami juga sudah menetapkan cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 14 cabor dan penetapannya ditetapkan pada saat pleno hari ini, " katanya.
Disinggung mengenai cabor yang akan dipertandingkan? Latuconsina berujar, ada beberapa cabor unggulan yang akan dipertandingkan saat Popmal, ditantaranya tinju, karate, taekwondo, atletik, wushu, kick boxing, dayung renang, catur, silat hingga sepakbola.
"Nah, dari belasan cabor itu tentu ada ratusan nomor pertandingan dan melibatkan ribuan atlet maupun ofisial," ujarnya.
Latuconsina melanjutkan, penyelenggaraan Popmal juga sudah disetujui oleh Pak Hendrik (Lewerissa) selaku gubernur.
"Pak Hendrik meminta agar pelaksanaan Popmal nanti harus berjalan suskes sehingga bisa menelorkan atlet potensial yang pada saatnya nanti bisa mewakili daerah ini di kancah nasional, " tegasnya.
Pada kesempatan itu, Latuconsina juga meminta seluruh pengurus bekerja
maksimal sehingga Popmal bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Kami ingin Popmal ke-V berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi kemajuan olahraga di Maluku. Oleh karena itu, kami terus melakukan koordinasi dan evaluasi agar setiap aspek penyelenggaraan dapat dipersiapkan dengan matang,” tegasnya.
Latuconsina juga menekankan, pentingnya pembinaan atlet agar Maluku dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Harus diingat bahwa Popmal bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi pencarian bibit-bibit unggul yang nantinya bisa mewakili Maluku di ajang Pra PON maupun PON, " tegasnya lagi.
Latuconsina menambahkan, jumlah nomor pertandingkan akan menyesuaikan dengan jumlah peserta yang mendaftar karena ada syarat minimum, yakni paling sedikit lima pengurus cabor kabupaten dan kota.
"Karena itu, untuk setiap cabor yang akan dipertandingkan, pihaknya akan menetapkan syarat dan batasan umur bagi setiap atlet sesuai dengan cabornya masing-masing. Kami berharap ada dukungan dari semua pihak agar Popmal bisa berjalan sukses dan lancar, " demikian Latuconsina. (Cal)
Dapatkan sekarang