Peduli Pendidikan, Baznas Maluku Bantu Pelajar Kurang Mampu
Arsal Tuasikal, Ketua Baznas Maluku saat diwawancarai awak media----Dade/Ameks.
FaizalLestaluhu
02 Jul 2023 06:14 WIT

Peduli Pendidikan, Baznas Maluku Bantu Pelajar Kurang Mampu

AMBON,AT-Pendidikan merupakan aset bagi sebuah daerah yang seyogianya menjadi tanggungjawab semua stakeholder. Apabila pemenuhan terhadap kebutuhan pendidikan tidak terakomodir secara baik, tentunya akan menganggu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di satuan pendidikan. 

Untuk mewujudkannya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Maluku menyantuni pelajar yang kurang mampu di satuan pendidikan SMA. Program pendidikan yang diberikan ini adalah uang sarapan pagi bagi siswa yang kurang mampu. Hal ini disampaikan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Maluku, Ustad Arsal Tuasikal kepada media ini, Sabtu (01/7) saat menghadiri kegiatan qurban di SMA Negeri 13 Ambon. 

Tuasikal menyebutkan, sejumlah sekolah di Kota Ambon  yang telah menerima bantuan dana sarapan sebesar Rp 1 juta rupiah bagi siswa yang tergolong kurang mampu antara lain, SMA Negeri 13 Ambon, SMA Negeri 3 Ambon, dan SMA Negeri 11 Ambon. 

“Bantuan uang sarapan bagi siswa duafa atau kurang mampu ini merupakan program pendidikan Baznas Provinsi Maluku, “ ucap Tuasikal. 

Menurutnya, bantuan dana sarapan tersebut dibagikan secara langsung kepada pengelolah kantin sekolah untuk melayani sarapan pagi para siswa yang kurang mampu. 

"Kita sudah berikan (uang sarapan) ke pengelolah kantin," terang dia. 

Dengan demikian, kata Tuasikal, melalui bantuan tersebut diharapkan sebelum memulai proses pembelajaran di kelas, para siswa bisa makan dengan dana yang telah disumbangkan ke sekolah melalui kantin – kantin.

"Sesuai dengan hasil identifikasi Baznas Provinsi Maluku ditemukan banyak siswa yang tidak sarapan pagi sebelum memulai aktivitas belajar di sekolah, jadi bantuan ini sangat penting bagi mereka, " ucapnya. 

Pria murah senyum ini memaparkan, Baznas merupakan lembaga negara, sehingga bantuan tersebut bukan hanya diberikan kepada siswa siswi yang beragama muslim, tetapi juga diberikan kepada yang beragama lain. 

“Selama siswa tersebut kategori orang miskin atau tidak mampu, maka dia berhak untuk mendapat bantuan ini,“ katanya. 

Lebih jauh Tuasikal menjelaskan, prosedur pemberian bantuannya adalah Baznas memberikan uang tunai kepada kantin sekolah, kemudian sekolah memverifikasi nama – nama siswa yang kurang mampu agar setiap harinya siswa tersebut diberikan makanan sarapan pagi secara gratis sebelum melaksnakan aktibitas belajar di sekolah. 

"Jadi pihak sekolah sendiri yang akan memverifikasi siswa kurang mampu," katanya. 

Jika dikemudian hari, imbuh dia,  dana bantuan tersebut disampaikan habis oleh pihak sekolah, maka Baznas akan kembali menyalurkan bantuan yang sama. 

"Siswa kurang mampu kebanyakan mereka ke sekolah tidak sarapan. Hal ini sangat memprihatinkan karena dapat menganggu proses belajarnya. Intinya, jika dana tersebut habis, maka kami akan kembali mendonasikan dana tersebut kepada kantin sekolah,“ demikian Tuasikal. (AKS)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai