AMBON,AT-Pembangunan baru Pasar Mardika Kota Ambon direncanakan bakal diresmikan tahun ini. Pasar empat lantai ini kategori tipe pasar modern yang dibangun Pemerintah Pusat menggunakan Dana APBN sejak tahun 2021.
Direncanakan setelah selesai pengerjaan dan peresmian di Tahun 2023. Selanjutnya pasar tersebut bakal diserahkan oleh Pempus ke pemerintah Provinsi Maluku untuk dikelola. Penegasan tersebut, disampaikan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara saat meninjau pembangunan Pasar Mardika di Ambon, didampingi Sekda Maluku Sadali Ie, kemarin siang.
Pasar tersebut, dibangun dengan dana APBN senilai Rp 134 miliar dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan diupayakan selesai tahun ini.
"Pembangunannya hampir selesai ya. Pasar ini dibangun oleh Pempus selama tiga tahun anggaran sejak 2021 hingga 2023, dan ditargetkan rampung pada tahun ini. Setelah itu baru dilakukan peresmian dan diserahkan ke Pemprov Maluku," ujar Wamen kepada awak media saat meninjau pasar baru Mardika.
Kementerian Keuangan, katanya, selaku penyedia anggaran akan menyerahkan pasar tersebut sebagai hibah dari pemerintah pusat kepada Pemerintah daerah untuk dikelola guna meningkatkan pendapatan daerah, serta dapat mendongkrak percepatan pertumbuhan ekonomi Maluku dan Kota Ambon.
"Berdasarkan Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan I yang diterbitkan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku, perekonomian Maluku berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan I-2023 mencapai Rp13,70 triliun dan atas harga konstan 2010 mencapai Rp 8,34 triliun, " terang dia.
Menurutnya, dengan perolehan ini, maka ekonomi Maluku pada Triwulan I tahun 2023 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,18 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Maluku cukup baik, " katanya.
Wamen berharap, Pemerintah Provinsi Maluku saat ini sudah harus persiapkan rencana penggunaan pasar ke depan seperti apa, terutama dalam penempatan pedagang harus ditata dengan sebaiknya. Kemudian selalu menjaga kondisi pasar agar terawat dengan baik. Karena dari sisi bangunan sudah termasuk salah satu pasar modern di Maluku sama dengan di daerah lain diluar Maluku.
"Fasilitasnya harus dijaga. Pasar ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah sebagai pengelola. Kita berharap para penjual dan pembeli di Kota ini lebih merasa nyaman dengan kehadiran pasar tersebut," ingat Wamen.
Tempat yang sama, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Maluku, Djaka Kusmatata menjelaskan bahwa, pembangunan Pasar Mardika pembiayaannya berasal dari pajak dan Bea Cukai yang dihimpun oleh negara.Ini membuktikan, bahwa uang pajak yang dipungut selama ini, dikembalikan dalam bentuk pembangunan yang konkrit dan bisa dirasakan manfaatnya, sehingga Ambon saat ini memiliki fasilitas gedung pasar yang representatif untuk menampung aktivitas pedagang.
"Pembangunan Pasar Mardika yang merupakan bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Ambon, serta memberikan nilai manfaat langsung kepada para pedagang. Mari bersama Pemda kita menjaga pasar ini agar tetap terawat dengan baik ke depan," singkatnya.
Sementara itu, Sekda maluku Sadali Ie mengatakan, pasar ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Pusat kepada Provinsi Maluku. Atas nama Pemda Provinsi Maluku dirinya berterima kasih kepada Pemerintah Pusat atas Pembangunan Pasar Modern, yang sudah rampung secara fisik dan akan diserahkan pengelolaannya sambal menunggu penyerahan aset barang milik negara kepada Pemerintah Provinsi Maluku.
“Dalam hal ini sudah ada sebanyak 1.352 pedagang yang tercatat untuk memenuhi lantai 1 dan 2. Diharapkan pedagang yang terdaftar ini adalah, pedagang yang sudah berjualan dari awal di pasar mardika," jelas Sekda.
Terkait dengan usulan penambahan anggaran dari pemerintah pusat, Sekda mengatakan bahwa hal itu akan dilihat ke depan.
"Pemerintah akan tetap konsen sebagai perwujudan bernegara, bahwa melindungi, mencerdaskan dan mensejahterakan adalah tanggungjawab untuk masyarakat, " pungkasnya.
Untuk diketahui, pembangunan pasar modern ini juga dilakukan Pemerintah Pusat di, Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dengan pola pembangunan yang sama, yakni dibangun oleh Kementerian PUPR, dan jika selesai akan diserahkan kepada pemerintah daerah setempat. (WHB)
Dapatkan sekarang