AMBON, AT— Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru akan berlangsung pada 2024. Namun saat ini sebagian figur sudah menyatakan sikap bakal maju.
Salah satunya Temmy Oersipuny. Anggota DPRD Maluku 3 periode asal Kabupaten Aru ini bakal maju dan siap bertarung sebagai bakal calon bupati di daerah itu.
“Saya siap maju sebagai calon bupati di Pilkada Aru tahun 2024 jika diperintahakn partai,” ujar Temmy kepada Ambon Ekspres, Kamis (17/3).
Tidak ada petahana pada Pilkada Aru kali ini.
Bupati Johan Gonga akan mengakhiri masa jabatannya karena sudah dua periode. Sementara Wakil Bupati Muin Sogalrey belum pasti bertarung.
Temmy mengaku survei internal sudah dilakukan, dan dukungan masyarakat kepadanya cukup tinggi. Ini dibuktikan dengan terpilihnya dia sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku 3 periode.
“Sejauh ini survei telah dilakukan, dan Alhamdulillah Puji Tuhan banyak dukungan masyarakat kepada saya, karena kami tidak pernah kecewakan mereka. Dan ini dibuktikan dengan saya ada di DPRD Maluku 3 periode sampai saat ini,” paparnya.
Keinginan politisi perempuan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini maju di Pilkada Aru, karena merasa terpanggil membangun daerah menjadi lebih baik. Meski Hanura hanya punya satu kursi di DPRD Kabupaten Aru, namun dirinya tetap optimis.
"Walaupun Hanura hanya satu kursi, tetapi kalau hasil survei di atas pasti ada dukungan partai lain," jelas Temmy.
Menurut Temmy, sumber daya alam (SDA) laut Aru belum dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Termasuk pelayanan dasar transportasi, jaringan telekomunikasi pendidikan dan kesehatan yang harus menjadi perhatian utama.
“Aru sangat kaya, namun masyarakat masih merasa kesulitan. Bagi saya Aru harus dibangun dengan hati. Banyak sekali masyarakat di sana belum merasakan apa- apa, misalnya pendidikan dan kesehatan. Tranportasi juga penting untuk memperpendek rentang kendali, karena wilayahnya pulau-pulau,” sebut Sekretaris Komisi II DPRD Maluku itu.
Pembangunan di pusat Ibu Kota Kabupaten Aru penting diperhatikan, tetapi menurutnya lebih penting lagi diprioritaskan di desa dan kecamatan.
“Kalau diperhatikan hanya di pusat kota kabupaten. Ya, di Kecamatan hingga desa dan dusun juga harus diberlakukan sama, biar ada pemerataan pembangunan," ungkapnya. (WHB)
Dapatkan sekarang