Negeri Soya Terima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2022
Raja Negeri Soya John L. Rehatta saat menerima pengharaan AKI tahun 2022 dari Dirjen Kebudayaan, Hilmalr Farid di Gedung A Kemendikbudristek RI di Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Istimewa
Admin
11 Dec 2022 21:21 WIT

Negeri Soya Terima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2022

AMBON, AT.- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia memberikan penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) Tahun 2022 kepada Negeri Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. 

Penghargaan AKI 2022 itu diserahkan langusung oleh Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid kepada Raja Negeri Soya, John. L. Rehatta atas nama lembaga adat Negeri Soya kategori pelestari sistem adat (Cuci Negeri) pada acara malam apresiasi kebudayaan tahun 2022, Jumat (9/12) sekira pukul 21.00 WIT. 

Raja Negeri Soya, John. L. Rehatta kepada media ini, Minggu (11/12/22) mengaku, tidak mudah penghargaan AKI didapatkan. 
Beberapa bulan lalu tim penilai AKI telah menyurvei Negeri Soya dengan mengambil data dan dokumentasi maupun wawancara langsung bersamanya dan para tokoh adat mengenai sistem adat hingga tradisi adat “Cuci Negeri” yang masih terjaga dan dilestarikan oleh masyarakat adat Negeri Soya.

“ Jujur, saya tidak pernah membayangkan bahwa Negeri Soya bisa menerima penghargaan AKI 2022. Ini suatu hal yang sangat membanggakan sekali bagi Negeri kami yang berada di Kota Ambon, “ ucap Rehatta. 

Menurutnya, dengan diterimanya penghargaan tersebut, secara tidak langsung sudah ada pengakuan negara terhadap keberadaan Soya sebagai salah satu negeri adat.  Pada 2015 lalu, Negeri Soya juga menerima penghargaan dari
Kemendikbud dalam kategori Warisan Budaya Takbenda Indonesia  atas “ Tradisi Adat Cuci Negeri ” yang hingga kini tetap terjaga dan dilestarikan untuk dilaksanakan setiap tahunnya. 

“Saya merasa bangga dan sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerja sama sampai pada akhirnya kami bisa menerima penghargaan kebudayaan ini,” ujarnya. 

Ia mengimbau kepada semua pelaku seni dan budaya agar tetap bersama melestarikan tradisi kesenian dan kebudayaan di daerahnya masing-masing agar tidak tergerus perkembangan zaman dan menjadi kebanggan.

“ Mari kita jaga (seni dan budaya). Jangan berhenti sampai di sini. Mudah-mudahan, tahun depan para penerima penghargaan ini lebih banyak lagi dari sekarang,” pintanya.

AKI merupakan program apresiasi atau penghargaan tahunan pemerintah di bidang kebudayaan melalui Kemendikbudristek kepada individu, kelompok atau lembaga yang berkontribusi, berprestasi dan berdedikasi tinggi terhadap upaya pemajuan kebudayaan Indonesia.

Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah terhadap pemajuan kebudayaan dalam rangka pembangunan jati diri dan penguatan karakter bangsa Indonesia.
Dalam program tersebut, sebanyak 29 pelaku seni dan budaya menerima AKI  dan 200 karya budaya menerima Sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.  

Sementara 29 pelaku seni dan budaya AKI terbagi dalam tujuh kategori, yakni kategori gelar dan tanda kehormatan dari Presiden RI, pelopor dan pembaru, maestro seni tradisi, pelestari, anak dan remaja, lembaga dan media.

Setiap calon penerima diusulkan oleh Pemerintah Daerah (Dinas Kebudayaan) di Provinsi, Kota/Kabupaten dan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek (Balai Pelestarian Nilai Budaya dan Balai Pelestarian Cagar Budaya) melalui website anugerahkebudayaan.kemdikbud.go.id.(aks)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai