AMBON, AT- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) diingatkan agar meningkatkan kualitas dan peran posyandu. Karena, posyandu merupakan pelayanan dasar untuk pertumbuhan dan kesehatan anak. Hal ini disampaikan Murad Ismail, Gubernur Maluku saat membuka Rapat Koordinasi Pokjanal Posyandu dan Pelatihan Kader Posyandu yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) di gedung Serbaguna, kemarin.
Menurut Murad, posyandu merupakan sarana pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari dan oleh untuk masyarakat itu sendiri.
" Kan tujuan utama dari Rakor ini adalah untuk meningkatkan kembali fungsi dan peran posyandu lewat pelayanan sosial dasar yang terintegerasi dan yang terpenting adalah kader perlu diberikan edukasi dan pelatihan. Sejatinya, butuh peran semua pihak untuk tangani stunting di Maluku, terlebih di SBT," tutup Murad.
Sementara itu, Widya Murad Ismail, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku mengaku bersyukur dan bangga karena kabupaten SBT mendapat penghargaan nasional dikarenakan angka stuntingnya menurun drastis.
"Sudah tentu bangga sebab angka stunting pada tahun 2022 mencapai 24,1 persen." ungkapnya.
Dijelaskan, peran pokjanal perlu dilakukan dengan koordinasi antar anggota yang selain terdiri dari OPD juga seluruh kader TP-PKK.
"Untuk menurunkan angka stunting, maka perlu dukungan dari semua stakeholder, karena pengetahuan tentang stunting pada kader posyandu sangat kecil," terang dia.
Kata Widya, Rakor yang dilaksanakan sesuai permasalahan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu.
"Mudah-mudahan kolaborasi kita bisa membawa hasil yang baik untuk penurunan stunting di Bumi Ita Wotu Nusa," demikian Widya.
Diakhir Rakor, gubernur menyerahkan bantuan 200 paket beras Biofortifikasi untuk keluarga beresiko stunting, 1 paket Anthropometri, bantuan pengembangan Bumdes senilai Rp. 20 juta rupiah.
Kemudian, bantuan modal usaha kepada Bumdes Seram Energi Abadi senilai Rp 50 juta, bantuan kube keluarga senilai Rp30 juta kepada perwakilan 4 desa, bantuan ekonomi kreatif, bantuan peralatan desa wisata, bantuan 1 paket pertanian senilai 120 juta, 1 paket perpompaan besar Rp 141 juta rupiah dan 1000 bibit tanaman pala. (WHB)
Dapatkan sekarang