AMBON,AT-Manuver Murad Ismail (MI) ke elit partai politik (Parpol) di Jakarta mulai berhasil. Sejauhnya ini, MI disebut-sebut telah mengantongi rekomendasi sejumlah parpol untuk maju sebagai calon Gubernur Maluku 2024.
Parpol yang dikabarkan sudah memberikan rekomendasinya kepada Murad adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Tak heran, karena Murad memiliki kedekatan personal dengan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, juga karena istri Murad Widya Pratiwi ketua DPW PAN Maluku saat ini.
Kemudian, pada 13 Mei 2024 lalu, DPP Partai Demokrat juga menyerahkan surat tugas kepada Murad Ismail, yang berpasangan dengan kader Demokrat Michael Wattimena. Meski baru sebatas surat tugas, Demokrat juga bakal mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan tersebut.
Selain itu, MI juga tengah mengincar rekomendasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasdem dan Hanura serta Gerindra. Mantan gubernur Maluku itu juga melobi petingi parpol-parpol lainnya untuk mendapatkan rekomendasi.
Salah satu orang dekat MI yang meminta namanya tidak dipublikasikan, mengaku, saat ini Murad telah mengantongi lima rekomendasi. Namun, ia enggan menyebutkan nama parpol-parpol tersebut.
"Sudah lima (rekomendasi)," kata sumber kepada media ini, kemarin.
Sumber juga memastikan, pasangan Murad Ismail-Michael Wattimena sudah pasti. Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku ini hanya menunggu waktu untuk mendaftarkan diri ke KPU Maluku.
"Iya, sudah final dengan BMW," singkatnya.
PKS Dukung MI?
Sementara itu, MI juga disebut, hampir pasti direkomendasikan PKS. Hingga kini ada tiga nama yang digodok, yaitu Murad Ismail, Hendrik Lewerissa (HL) dan Saadiah Uluputty.
Informasi Ambon Ekspres, daftarnya HL di PKS, karena saat itu ingin meminang Saadiah sebagai Bakal calon (Balon) Wakil Gubernur Maluku. Saadiah saat itu, juga mengamininya.
"Karena itu, Ibu Saadiah daftar juga di Gerindra, dan PPP, dalam posisi bakak calon wagub yang akan berpasangan dengan pak Hendrik. Namun sekarang ada perubahan. Ibu Saadiah memilih fokus jadi anggota DPR RI," ungkap sumber di PKS.
Soal apakah ada perintah partai agar Saadiah menarik diri, sumber ini menolak menjawabnya. Kata dia, Saadiah baru saja terpilih menjadi anggota DPR RI 2024-2029, aspirasi masyarakat menginginkannya tetap menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.
Kepada wartawan di Ambon, Senin (3/6) Ketua DPD Gerindra Maluku Hendrik Lewerissa mengaku, opsi untuk meminang Saadiah Uluputty sebagai Calon Wakil Gubernur telah tertutup
"Ibu Saadiah mengatakan bahwa beliau diperintahkan oleh DPP untuk mengabdi di DPR RI. Dengan demikian opsi meminang Ibu Saadiah sebagai wakil kan tertutup, maka kita harus mengeksplorasi yang lain," terangnya.
Keputusan Saadiah, dan berpalingnya HL untuk mencari kandidat bakal calon wagub lain, membuka peluang lebih besar bagi Murad Ismail untuk direkomendasikan DPP PKS. Ketua DPW PKS Maluku, Asis Sangkala ketika dikonfirmasi terkait dengan peluang Murad di PKS mengatakan masih menunggu keputusan DPP PKS.
"Kita tunggu saja Putusan DPP PKS," kata Sangkala, Selasa (4/6).
DPP PKS, kata dia, akan mengeluarkan surat keputusan dalam waktu dekat terkait dengan siapa yang akan diusung dalam Pemilihan Gubernur-Wagub Maluku nanti.
"Tunggu SK saja, biar jelas nama siapa di SK (surat keputusan) DPP PKS," ungkap dia melalui pesan tingkat whatsapp, yang diakhiri dengan emoji senyum.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKS Maluku Abdulgani Lestaluhu mengatakan, bagi PKS penjaringan dan penyaringan serta hasil survei jadi penentu rekomendasi diberikan oleh DPP.
Terdapat tiga bakal calon Gubernur yang mendaftar di PKS, Hendrik Lewerissa, Murad Ismail dan Saadiah Uluputty. Ketiganya telah resmi mengembalikan dokumen tahap II di tim penjaringan.
"Proses masih berlangsung di PKS. Penjaringan tahap pertama sudah selesai, saat ini sudah tahap II yaitu penyaringan pendalaman. Untuk rekomendasi itu kewenangan DPP. Isu dukung Pak Murad belum benar karena proses masih berlangsung," jelasnya.
Terhadap kewenangan DPP, katanya, maka semua bakal calon berpulang.
"DPW Korwil Intim (Indonesia Timur) melakukan pendalaman terhadap bakal calon ini. Nanti hasilnya diberikan ke DPW untuk diusulkan ke DPP untuk ditetapkan," tutup Lestaluhu. (Hab)
Dapatkan sekarang