Ambon, AT– Peserta didik baru SMP Laboratorium Universitas Pattimura Ambon, setiap tahunnya meningkat. Hal ini terlihat dari meningkatnya peserta didik baru yang mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sebanyak 38 orang.
Kepada Ambon Ekspres, Kepala sekolah SMP Laboratorium Unpatti, Prelly M .J. Tuapattinaya. S. Pd,. M. Pd, mengatakan, penyelenggaraan MPLS tahun ini masuk tahun ke empat. Peserta didik baru yang mengikuti MPLS sejumlah 38 orang ini, dibagi menjadi dua kelas.
“Setiap tahunnya, animo peserta didik baru meningkat. Untuk tahun pertama, peserta didik baru sebanyak lima, tahun kedua peserta didik baru sebanyak duapuluh lima, tahun ketiga peserta didik baru sebanyak 40 dan tahun keempat tigapuluh delapan orang,” katanya, beberapa waktu lalu.
Menurut Dia, untuk ukuran sekolah baru, animo siswa yang masuk ke lembaga pendidikan ini, ia merasa sangat baik artinya sudah ada kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini terkait kelanjutan studi anak anak mereka. Tema MPLS kali ini, adalah , “Sekolahku Rumah Keduaku” . Melalui kegiatan MPLS, Peserta Didik baru akan diajar dan dididik untuk mengenal Profil, budaya proses belajar mengajar berbasis Profil Pelajar pancasila yang tersaji melalui materi-materi yang diberikan selama kegiatan berlangsung, diantaranya, mengenal kurikulum merdeka berasis riset terintegerasi P5 kekhususan SMP Laboratorium Unpatti.
Dijelaskan, mengenal lingkungan dan mengunjungi ruang penunjang pembelajaran (perpustakaan lab IPA, Bahasa dan Komputer), menumbuhkan disiplin positif, sosialisasi dan deklarasi anti perundungan,dan sebagainya.
"Kedepannya Peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran yang direkayasa untuk mengeksplor potensi cerdas mereka. Melalui aktivitas pembelajaran inovatif berbasis riset, melalui proyek-proyek kolaboratif terintegrasi pendekatan pembelajaran sosial emosional, yang bertujuan untuk menumbuhkan karakter, skill serta minat dan bakat mereka. Selain itu kami sangat berharap terciptanya komitmen kuat dari peserta didik untuk menumbuhkan budaya disiplin positif dan interaksi sosial emosional yang positif dikalangan peserta didik," jelasnya.
Dia menambahkan, dimana mereka akan mewujudkan budaya disiplin dan interaksi sosial emosional positif yang dikendalikan oleh faktor internal, bukan faktor eksternal.
"Selain itu juga, sebagai orang tua di sekolah, kami para guru akan melakukan pembelajaran dan interaksi dengan siswa berbasis ramah anak dan anti kekerasan. Hal ini diupayakan agar peserta didik merasa aman, nyaman dan dihargai serta bahagia. Sehingga, mereka bebas mengeksplore potensi diri mereka. Saya sangat optimis, semua rekayasa pendekatan pembelajaran yang di kembangkan lembaga pendidikan ini, bertujuan untuk membuat peserta didik merasa aman dan nyaman," ungkapnya.
Efek, kepada kelangsungan proses pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan, ini adalah, kata dia, berujung kepada peningkatan kinerja akademik, peningkatan hasil belajar dan prestasi akademik maupun non akademik. Terdapat program pembiasaan yang sudah dilaksanakan pada MPLS untuk membangun karakter spiritual dan hubungan sosial mereka. Melalui literasi kitab Suci dan ibadah bersama sesuai kelompok kepercayaan, peserta didik baru diberikan waktu sekitar tigapuluh menit melakukan literasi kitab suci dan beribadah. Baik agama kristen maupun islam. Selama melakukan literasi spiritual, seluruh guru mendampingi peserta didik baru.
"Untuk biaya masuk lembaga pendidikan ini, masih terbilang terjangkau lah,” ungkapnya. (LMS)
Dapatkan sekarang