Menteri Bahlil Lahadalia Resmikan 31 Penyalur BBM Satu Harga di Ambon
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, resmikan 31 titik penyalur BBM Satu Harga, Rabu (18/12/2024). Peresmian dipusatkan dari Integrated Terminal Wayame.--Ely/AT.
FaizalLestaluhu
19 Dec 2024 09:11 WIT

Menteri Bahlil Lahadalia Resmikan 31 Penyalur BBM Satu Harga di Ambon

AMBON,AT-Dalam lawatan kunjungan kerja (Kunker) ke Maluku, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meresmikian 31 penyalur BBM satu harga, Sembilan diantaranya klaster Maluku. 

Sebelum Peresmian dipusatkan dari Integrated Terminal Wayame. Bahlil lebih dulu meninjau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di PPN, Tantui, kota Ambon dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara 1, di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Rabu (18/12/2024).

Kehadiran Bahlil, untuk memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kehandalan listrik tetap terjaga jelang Nantal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Menteri Bahlil katakan dengan peresmian BBM Satu Harga ini maka harga BBM di kota sama dengan di daerah-daerah terpencil yakni Solar Rp 6.800 dan pertalite Rp10.000 per liternya. "Jadi tidak ada lagi perbedaan harga,"tuturnya kepada wartawan.

Terkait BBM Satu Harga, kata Dia, juga sejalan dengan perintah Presiden Prabowo, agar pemerintah harus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sekalipun tidak secara total tapi bertahap.

"Ini sebagai bentuk upaya keadilan pemerintah untuk menjamin ketersediaan bahan bakar. Supaya apa? aktivitas ekonomi bisa jalan, perputaran ekonomi bisa terjadi, ketersediaan BBM bisa terjadi,"tuturnya.

Sementara Kepala BPH Migas, Erika Retnowati mengatakan di Tahun 2024 ditargetkan 71 penyalur. Tahap I sebanyak 40 penyalur sudah diresmikan dan tahap II sebanyak 31 penyalur diresmikan Rabu oleh Menteri ESDM dari Terminal Wayame.

"Dimana di klaster Maluku ini terdapat 9 penyalur yang diresmikan,"ungkapnya. 

Untuk Klaster Maluku, penyalur yang diresmikan rinciannya Mdona Hiera, Wetar Timur, Kei Besar Selatan, Obi Barat, Bacan Barat, Loloda, Wasile Tengah, Sulabesi Selatan, Taliabu Utara.

Sementara tiga klaster lainnya yang diresmikan pada tahap II ini terdiri dari Terminal TBBM Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat sebanyak 10 penyalur, SPBU BBM Satu Harga Kabupaten Kupang, Provinsi NTT sebanyak 6 dan SPBU Satu Harga Provinsi Sumatera Barat 6 penyalur.

"Untuk Provinsi Maluku sendiri telah terbangun 35 penyalur untuk periode 2017 hingga 2024 ini,"tandasnya.

Totalnya kata dia, sejak 2017 hingga akhir 2024 se-Indonesia pada titik-tikik yang sudah ditentukan, sebanyak 583 penyalur BBM Satu Harga sudah terbangun. Diharapkan dengan adanya BBM Satu Harga ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. 

Sementara Pj Gubernur Maluku, Sadali Ie menyambut baik peresmian BBM satu harga ini. Sadali katakan BBM Satu Harga merupakan tindakan nyata dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat terutama di wilayah terpencil sehingga menghilangkan disparitas harga dan meningkatkan dunia usaha warga.

Dia berharap semua pihak bersama-sama pastikan BBM Satu Harga ini terdistribusi dengan baik dan tepat sasaran.

"Ini adalah suatu tindakan nyata dalam memberikan akses energi yang adil dan merata, untuk menghilangkan disparitas harga BBM terutama pada daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar,” ujar Sadali.

Sebagai katalisator pembangunan ekonomi dan infrastruktur di wilayah terpencil, Penjabat Gubernur menjelaskan, dengan adanya keberadaan SPBU ini, dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat tapi juga membuka peluang usaha baru, dalam rangka pertumbuhan ekonomi di Maluku.

“Kami berharap seluruh pihak Pemerintah Pusat, Pertamina hingga penyalur, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, mari kita distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran,” ajak Sadali.(Ely)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai