MASOHI, AT-Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Ladahalia mengatakan, pemerintah masih terus kajian potensi dan investasi energi panas bumi di wilayah seram. Jika berhasil dikelola akan berdampak bagi peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
"Terkait dengan investasi panas bumi itu masih dilakukan kajian dan itu masih dicombain dengan kementrian ESDM," ujar Bahlil saat menjawab pertanyaan media soal potensi energi panas Bumi di Banda Baru, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, usai melakukan kunjungan kerja di desa Banda Baru, akhir pekan kemarin.
Dalam kunjungan tersebut, Bahlil didampingi Sekda Maluku, Sadli Ie, Pj Bupati Maluku Tengah, Muhamat Marasabessy, Sekda Maluku Tengah, Rakib Sahubawa dan sejumlah pimpinan OPD di Maluku Tengah.
Panas bumi atau geothermal merupakan salah satu sumber energi paling bersih. Jauh lebih bersih dari sumber energi fosil yang menimpulkan polusi atau emisi gas rumah kaca.
Saat ini Kementerian memfokuskan penelitian di beberapa titik Maluku Tengah salah satunya di Banda Baru, Kecamatan Amahai.
"Mudah-mudahan ini bisa terjadi kemudian bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku terkhususnya di Kabupaten Maluku Tengah," harapnya.
Sejauh mana pengamatan pihak kementerian ESDM soal potensi Panas Bumi di Maluku Tengah akan dicek lebih lanjut oleh Bahlil.
"Saya akan kembali ke Jakarta dan mengecek sudah sejauh mana perkembangannya,” imbuh Bahlil.
Bahlil juga menyebut, investasi di Maluku Tengah harus didorong. Sebab, APBD tak cukup mendorong kesejahteraan bagi masyarakat dan kemajuan daerah.
"Mau harap APBD tidak terlalu besar, cuma 18 persen dari total pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Selebihnya dari pihak swasta yang di dalamnya ada investasi," kuncinya.
Untuk diketahui, wilayah di Indonesia yang memiliki potensi energi panas bumi yang besar adalah Maluku dan Papua. Menurut data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, potensi panas bumi di Maluku mencapai 568 MW, yang berada di 18 lokasi, dua di antaranya sudah dikelola yakni Wilayah Kerja Penambangan (WKP) Tulehu , Kabupaten Maluku Tengah dan WKP Wapsalit, Kabuputen Buru.
Sedangkan masih sebatas potensi sehingga perlu dieksplorasi lagi, yaitu di Banda-Neira, Banda Baru, Batabual, Esulit, Karbubu, Kelapa Dua, Larike, Lurang, Nusa Laut, Oma-Haruku, Pohon Batu, Saparua, Tawiri, Tehoru, Waesekat dan Warmong. (DW)
Dapatkan sekarang