ARU,AT--Perkuat ketahanan pangan nasional, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, menetapkan Kabupaten Kepulauan Aru sebagai pusat hilirisasi Kelapa. Sama halnya dengan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Penetapan tersebut, dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional agar terus berlanjut. Dimana Provinsi Maluku mendapat tambahan proyek strategis melalui pengembangan hilirisasi kelapa di dia kabupaten tersebut.
Keputusan Mentan ini, disampaikan dalam rapat koordinasi bersama yang dihadiri Gubernur Maluku, Bupati Buru Selatan serta sejumlah kepala daerah lainnya di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Selasa (9/6).
Rilis yang diterima media ini, Rabu (10/6/2026), penetapan dia kabupaten ini sebagai pusat hilirisasi kelapa, melengkapi proyek hilirisasi ubi kayu yang sebelumnya telah dialokasikan untuk Kabupaten Buru Selatan.
Dengan demikian, Maluku kini memperoleh dukungan lebih besar dalam mendorong pengembangan sektor pertanian berbasis potensi lokal.
"Saya tambahkan satu proyek hilirisasi kelapa untuk Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya. Sudah menjadi kewajiban kami untuk merealisasikan visi Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mencapai swasembada pangan dan menekan angka kemiskinan di wilayah 3T,” terang Amran.
Tak hanya menetapkan proyek, Mentan juga menyebutkan, Kementerian Pertanian juga membuka ruang percepatan pelaksanaan program di lapangan.
Ia juga meminta pemerintah daerah, segera berkoordinasi terkait kebutuhan pembukaan lahan. Agar bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor, dapat segera disalurkan ke dua daerah tersebut.
Mentan juga berharap, program hilirisasi kelapa dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat kepulauan.
"Selama ini, hasil kelapa dari daerah penghasil umumnya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Melalui hilirisasi, komoditas tersebut, akan diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah. Sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani dan membuka peluang usaha baru di daerah," harapnya.
Langkah ini, sambungnya, juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam membangun perekonomian dari wilayah terluar dan memperkuat kemandirian pangan nasional.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyambut baik keputusan tersebut. Menurutnya, tambahan proyek hilirisasi menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan ekonomi di Maluku.
“Masyarakat Maluku sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Menteri beserta jajaran atas tambahan proyek hilirisasi kelapa untuk Aru dan MBD. Apalagi keputusan ini langsung diikuti dengan bantuan alat-alat pertanian yang sangat dibutuhkan daerah,” imbuhnya.
Politisi Gerindra ini juga menambahkan, masuknya proyek tersebut di Aru dan MBD, serta hilirisasi ubi kayu di Buru Selatan, tidak hanya memperkuat posisi Maluku dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Tetapi turut menjadi pemicu tumbuhnya investasi dan lapangan kerja berbasis komoditas unggulan di kawasan timur Indonesia. (*)
Dapatkan sekarang