AMBON,AT.— Di tengah maraknya opini negatif, fitnah, dan narasi menyesatkan yang kerap beredar di ruang publik, Kepala Kantor Wilayah (Kakawanwil) Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag.,M.Pd.I, memilih untuk tetap fokus bekerja dan membuktikan kinerjanya melalui hasil nyata.
Tanpa larut dalam polemik, Kanwil Kemenag Maluku terus menjalankan amanah pembangunan, khususnya pada sektor Bimbingan Masyarakat Islam dan pendidikan keagamaan sebagai pilar utama pembangunan umat.
Capaian di lapangan menjadi bukti konkret. Berbagai proyek strategis berskala nasional berhasil dikawal dan direalisasikan di sejumlah wilayah di Maluku.
Pembangunan gedung madrasah di Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tengah, dan Kabupaten Maluku Tenggara menjadi jawaban atas kebutuhan sarana pendidikan Islam yang layak, representatif, dan memenuhi standar nasional, meskipun berada di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang tidak ringan.
Dalam aspek pelayanan keumatan, Kanwil Kemenag Maluku juga berhasil mendorong pembangunan Kantor Pusat Layanan Haji dan Umrah (PLHUT) di Kota Ambon dan Kabupaten Buru. Kehadiran PLHUT menjadi tonggak penting peningkatan kualitas pelayanan jamaah haji dan umrah yang lebih modern, terintegrasi, transparan, dan profesional.

Selain itu, pembangunan Gedung Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara turut memperkuat sistem pelayanan administrasi dan pembinaan kehidupan beragama di daerah.
Ketua DPD INSPIRA (Inisiator Perjuangan Ide Rakyat) Kabupaten Seram Bagian Timur, Irwan Derlean, menyampaikan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya sejumlah kantor KUA dan gedung sekolah juga telah dibangun baru.
Bahkan secara konsisten, Kanwil Kemenag Maluku terus memperjuangkan pembangunan gedung pendidikan bertingkat bertaraf nasional, sebuah capaian yang patut diapresiasi mengingat keterbatasan akses, logistik, serta karakteristik wilayah kepulauan Maluku.
Memasuki tahun 2026, kesinambungan pembangunan kembali ditunjukkan melalui perencanaan sejumlah proyek baru yang telah memperoleh persetujuan pendanaan melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Proses ini merupakan hasil perencanaan yang matang, pengawalan berjenjang, serta komitmen kuat dalam memperjuangkan aspirasi daerah hingga ke tingkat pusat.
Sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten SBT, Irwan Derlean mengajak seluruh elemen untuk bersikap adil dan objektif dalam menilai setiap proses pembangunan. Jangan sampai kepentingan tertentu justru menutupi fakta dan capaian yang telah diraih.
“Pembangunan yang tengah dan akan dilaksanakan sejatinya ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi umat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak,”ucap Irwan kepada media di Ambon, Kamis (15/1/2026).
Lebih lanjut, Derlean yang juga mantan Ketua GMNI SBT menegaskan bahwa Kabupaten Seram Bagian Timur menjadi salah satu daerah yang berhasil diperjuangkan masuk dalam program pembangunan nasional.
Pada tahun 2026, direncanakan pembangunan dua gedung madrasah bertingkat serta dua gedung KUA prototipe nasional. Program ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi SBT dan Maluku secara keseluruhan.
Dengan semangat Bumi Ita Wotu Nusa, Irwan mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan, menjaga nalar publik yang sehat, dan mendukung setiap ikhtiar pembangunan yang berorientasi pada kemajuan bersama.
“Kritik tetap diperlukan, namun harus berlandaskan data, itikad baik, dan semangat membangun. Pada akhirnya, karya nyata akan selalu berbicara lebih lantang daripada sekadar opini,”pungkasnya. (*)
Dapatkan sekarang