Rovik: Letakkan Kepentingan Himpunan di Atas Kepentingan Pribadi
AMBON, AT.--Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Ambon sedang melangsungkan Musyarawarah Daerah (Musda) ke-III di lantai 5 kantor DPRD Maluku, Karang Panjang, Minggu (20/11) nalam. Pada kesempatan itu, para alumni diingatkan untuk mengutamakan kepentingan himpunan di atas kepentingan pribadi dan kelompok.
Ketua KAHMI Kota Ambon, Rovik Akbar Afifudin mengatakan, Musda dilaksanakan untuk melakukan proses organisasi agar KAHMI ke depan bisa progresif dalam melaksanakan agenda-agenda yang bermanfaat bagi bangsa dan tentunya HMI.
"KAHMI itu korps alumni. Jangan sampai program-program KAHMI itu sama dengan HMI. Tugas KAHMI itu memback-up seluruh program HMI agar berjalan dengan baik dan sukses. Tugas KAHMI itu memberikan ide dan gagasan serta duit,"kata Rovik saat menyampaikan sambutan.
Menurut mantan ketum umum HMI Cabang Ambon itu, ke depan tantangan semakin kompleks. Para calon presidium Majelis Daerah KAHMI Kota Ambon periode 2022-2027 tentu memiliki visi dan misi berbeda-beda.
Namun, semua gagasan itu akan dihimpun menjadi sebuah persamaan gerak juang untuk kepentingan bangsa, umat, dan internal HMI.
"Di situlah kita diminta memilah dan memilih. Meletakkan kepentingan yang lebih besar (HMI) di atas kepentingan pribadi agar himpunan ini terus memproduksi kader-kader bangsa dan umat yang berkualitas," tegas Rovik.
Sebagai organisasi pengkaderan, akui Rovik, HMI tidak pernah berhenti mencetak kader-kader berkualitas lewat berbagai proses kaderisasi secara rutin. Dan sesuai tema Musda III Sinergitas KAHMI untuk Ambon Maju dan Berkeadilan', KAHMI memosisikan diri sebagai organisasi yang mendiskusikan ide produktif untuk direkomendasikan kepada Pemerintah Kota Ambon.
Olehnya itu, KAHMI tidak akan mendukung kebijakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat.
"Pada saatnya kami mendukung, tetapi yang kami dukung adalah manfaatnya. Olehnya itu, sinergitas bisa terbangun dengan baik untuk Ambon yang maju asalkan bisa berkeadilan,"pungkas ketua KAHMI Kota Ambon periode 2017-2022, itu.
Sementara itu, Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengatakan, Pemerintah Kota Ambon selalu terbuka dan memberikan dukungan terhadap kehadiran organisasi-organisasi yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Salah satunya KAHMI sebagai organisasi yang berperan menghimpun pergerakan alumni HMI untuk bersama-sama membangun negara dan bangsa.
"Diharapkan juga menjadi mitra sebagai perpanjangan tangan dari Pemkot Ambon dalam tugas pembinaan terhadap generasi muda dan berperan dalam mewujudkan masyarakat Kota Ambon yang adil, makmur dan sejahtera baik lewat konsepsi pemikiran maupun kerja nyata,"kata Bodewin dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Kota Ambon, Agus Ririmase.
Ia yakin, lewat kepemimpinan yang dilakukan oleh KAHMI akan berdampak pada peningkatan kualitas pemikiran setiap anggota yang selanjutnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat Kota Ambon yang adil, damai serta penuh toleransi.
Olehnya itu, Bodewin juga berharap, KAHMI dapat berperan sebagai alat kontrol sosial masyarakat dan sarana mempersiapkan generasi calon penerus bangsa yang beriman, berahlak mulia, memiliki semangat tinggi serta mampu berkontribusi bagi perubahan yang positif.
"Olehnya itu, selaku pemimpin di Kota Ambon, saya mengharapkan Musda ini juga dapat merumuskan program-program kerja yang dapat disinkronkan dengan program pemerintah untuk dapat mewujudkan visi pembangunan kota Ambon yakni Ambon yang harmonis, sejahtera, dan religius,"pungkasnya.
Diketahui, Musda III Majelis Daerah KAHMI Kota Ambon juga dihadiri pengurus MD KAHMI Maluku, pengurus HMI Cabang Ambon, para alumni civitas hijau hitam serta sejumlah anggota DPRD Kota Ambon dan provinsi. Hingga malam ini, rapat pleno Musda KAHMI Kota Ambon masih berlangsung di Kafe Alfath.
Sebanyak delapan alumni HMI mencalonkan diri sebagai presidium MD KAHMI Kota Ambon. Mereka adalah Said Patta (politisi), Rully Asrul Pattimahu (akademisi), Husain Marasabessy (akademisi), Abdul Manaf Tubaka (akademisi), Husein Rumain (akademisi), Fauzy Marasabessy (pengusaha), Mochdar Wattiheluw (politisi), Alfian (birokrat), dan M. Syafiin Soulisa (akademisi). (tab)
Dapatkan sekarang