AMBON, AT.--Kota Ambon bersiap kembali diselimuti suasana penuh berkah. Gema shalawat, dzikir dan lantunan maulid diperkirakan akan mengalun di seantero Pelataran Masjid Raya Al-Fatah dalam acara Maulid dan Haul Akbar para Habaib, Masyaikh dan Ulama Se-Maluku ke-IV pada Jumat, (21/11/2025) pekan ini.
Acara ini menjadi ajang penghormatan terhadap warisan spiritual dan keilmuan para tokoh agama yang telah berperan membentuk corak Islam di Maluku, sekaligus momentum memperkuat ikatan persaudaraan antar umat.
Pelaksanaan kegiatan ini diinisiasi oleh Majelis Al-Huseini Ambon, berkolaborasi dengan DPC Rabithah Alawiyah Ambon, Yayasan Ar-Rahmah Ambon dan Perkumpulan Pemuda Alawiyyin Ambon.
Ketua Majelis Ratib Wa Maulid Al-Huseini Ambon, Sayyid Hasan bin Syekh Abubakar, menegaskan bahwa haul ini bukan hanya tradisi seremonial, tetapi sebuah ikhtiar merawat cahaya para ulama di Maluku.
“Haul adalah kesempatan bagi kita untuk menguatkan hubungan dengan ulama pewaris Rasulullah. Dengan mengingat mereka, kita sedang menjaga warisan ilmu, akhlak, dan keberkahan yang mereka tinggalkan,” ujar Sayyid Hasan.
Salah satu sosok yang dihormati dalam perayaan ini adalah Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, pengarang Maulid Simthudduror yang haulnya ke-114 turut diperingati, dan kitab maulidnya telah menjadi bagian penting dalam budaya keagamaan Maluku.
Tradisi ini berdampingan dengan penghormatan terhadap para ulama lokal, kiai, imam mesjid dan masyaikh yang telah membangun pendidikan Islam dari surau-surau kecil hingga institusi besar di kota Ambon.
“Dari para Ustadz, Kiai dan Ulama yang menjaga pendidikan surau hingga masyaikh yang mengajarkan fikih, tasawuf dan ilmu Al-Qur’an di pulau- pulau kecil, jejak mereka membentuk karakter keislaman Maluku yang moderat dan ramah,” ujar Sayyid Hasan menambahkan
Menghidupkan Warisan Ulama Maluku
Sayyid Faisal Alhamid selaku Ketua Panitia penyelenggara menjelaskan perayaan maulid ini menjadi momentum untuk menghormati para ulama yang telah mewariskan tradisi keilmuan dan amaliyah Islam yang hidup di Maluku hingga hari ini.
“Perayaan ini diharapkan dapat menginspirasi kami generasi muda agar senantiasa menjaga tradisi keagamaan dan mengenal lebih dekat teladan dari jejak kehidupan para Habaib, Masyaikh dan Ulama yang hidup zaman dulu” Kata Sayyid Faisal, saat diwawancara usai memimpin rapat, Senin (17/11/2025).
Tradisi haul sendiri telah menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat ingatan bersama, memperkuat pendidikan agama, serta menjaga ikatan sosial sejak Islam berkembang melalui jaringan ulama, saudagar Arab– Hadrami, dan pesantren lokal sejak abad ke-17.
Rangkaian Kegiatan
Beberapa rangkaian kegiatan yang akan digelar meliputi, Ziarah makam para ulama di kota Ambon
Hadrah dan Pembacaan Al-Fatihah sebagai pembuka acara, memohon berkah dan ridha Allah SWT.
Pembacaan Yasin dan Tahlil sebagai doa bersama untuk ulama dan tokoh agama yang telah wafat. Pembacaan Maulid Simthudduror, mengenang perjalanan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Pembacaan riwayat haul Habib Ali Alhabsyi serta ulama se-Maluku, dan
Tausiyah agama oleh sejumlah ulama yang akan memberikan penjelasan makna haul, hikmah peringatan dan relevansinya bagi kehidupan sosial- keagamaan masyarakat Maluku.
Dengan berbagai rangkaian kegiatan ini, Maulid dan Haul Akbar para Habaib, Masyaikh dan Ulama Se-Maluku ke-IV diharapkan menjadi acara yang tidak hanya menyemarakkan Kota Ambon, tetapi juga memperkuat fondasi spiritual dan sosial masyarakat Maluku.
“Kami sedang mempersiapkan agar acara besar ini bisa berjalan lancar, kami ingin majelis ini menjadi tempat semua orang bisa duduk bersama tanpa melihat latar belakangnya, semoga nanti di hari-H gema sholawat akan memenuhi langit Ambon dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkap Sayyid Faisal.
Untuk diketahui, ada lebih dari seratus nama habaib, masyaikh,dan ulama yang masuk dalam daftar haul tahun ini, tokoh-tokoh yang jejak dakwahnya tersebar seantero Maluku, Maluku Utara hingga Papua. (tab)
Dapatkan sekarang