AMBON,AT- Wajah Mardika yang selama ini dikenal rawan aksi kriminal, mulai hilang berangsur-angsur. Warga mengaku nyaman namun meminta patroli rutin tetap dilakukan meski sudah ada pos pengamanan terpadu dan pemantau.
Kadir Tuaputty, salah satu pedagang mengatakan, kehadiran pos pengamanan dan kamera pemantau yang telah berada di kawasan Mardika membuat pedagang dan warga yang beraktivitas mulai merasakan kenyamanan.
"Kalau mau dibilang bahwa selama itu hampir setiap hari kita dengar ada pedagang maupun warga yang mengeluh tentang kehilangan, tapi sejak ada pos dan CCTV, dalam dua hari terakhir ini kita sudah hampir tidak lagi mendengar keluhan itu,"kata dia kepada Ambon Ekspres di kawasan pasar Mardika, Senin (20/2).
Tuaputty mengakui, wajah buram pasar dan terminal Mardika yang rawan aksi kriminal terutama pencurian mulai hilang perlahan.
"Kalau sebelumnya kita merasa takut dengan kehilangan barang akibat pencurian, kini sudah mulai tidak ada. Dan itu kita rasakan sekali,"ujarnya.
Dikatakan, kehadiran pos pengamanan dan kemara pemantau memang menjadi dambaan dari pedagang di pasar Mardika sejak lama.
"Jujur kami merasa sangat, bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota dan aparat kepolisian. Walaupun dianggap terlambat tapi akhirnya keinginan kami untuk rasa aman dan nyaman di Mardika ini akhir bisa terjawab,"bebernya.
Dirinya berharap, agar petugas di pos pengamanan juga harus melakukan patroli rutin. "Biar kita merasa lebih aman lagi,"pintahnya.
Sementara itu, Uni salah seorang warga mengatakan, kehadiran pos pengamanan dan kamera pemantau merupakan langkah tepat, yang dilakukan oleh Pemerintah Kota dan pihak kepolisian untuk pengamanan aktivitas warga Mardika.
"Saya juga pernah menjadi korban pencopetan di kawasan Mardika ini, sehingga kehadiran pos pengamanan dan kamera pemantau merupakan hal yang positif yang telah dilakukan oleh Pemerintah dan polisi dalam menjaga keamanan di pasar dan terminal Mardika,"kata dia.
Diakui, keberadaan pos dan kamera pemantau itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin, agar apa yang menjadi keinginan Kapolda Maluku, dalam merubah wajah suram Mardika harus terwujud.
"Harapan kami jangan hanya satu dua bulan saja, tapi ini harus selamanya biar Mardika ini aman. Bila perlu jadikan pasar dan terminal Mardika menjadi tempat paling nyaman di Maluku,"tandasnya.
Terpisah Sekretaris DPD Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kota Ambon, Muhammad Marasabessy mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Ambon dan Polda Maluku yang telah memasang kamera pemantau dan pos pengamanan terpadu di Mardika.
"Sebab sangat berdampak besar bagi kondisi keamanan di Mardika. Dan itu bukan saja untuk warga tetapi yang terpenting adalah seluruh pedagang di Mardika,"tegasnya.
Dikatakan, salah satu dampak yang dirasakan saat ini adalah angka kriminalitas di Mardika, perlahan-lahan mulai menurun.
"Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran CCTV dan pos keamanan. Sebab selama ini begitu ada masalah pedagang atau warga tidak harus lagi jauh-jauh ke Polsek atau Polresta, tetapi bisa langsung melapor ke pos tersebut,"bebernya.
Marasabessy juga mengimbau kepada seluruh pedagang untuk membantu aparat keamanan yang menempati pos pengamanan tersebut.
"Mari kita bantu aparat keamanan, dan Pemerintah Kota Ambon untuk sama-sama mewujudkan Mardika sebagai pasar paling aman dari segala bentuk aksi kriminal. Pedagang yang berada di pasar Mardika sangat menginginkan kenyamanan dan kedamaian,"pungkasnya.
Belasan CCTV
Sebelumnya, Kapolda Maluku, Irjen Lotharia Latif dan Wali Kota Ambon yang mendatangi langsung pasar Mardika di Jalan Pantai Mardika, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (17/2) pagi. Kapolda menegaskan, Mardika bukan tempat bagi para pelaku kriminal yang meresahkan masyarakat.
"Tidak ada lagi itu yang mau merasa bahwa di sini paling jagoan. Preman enggak ada lagi. Ini tempat masyarakat kecil mencari untuk menyambung hidup mereka. Mardika harus aman,"kata dia kepada wartawan usai kunjungan tersebut.
Menurutnya, jajaran kepolisian telah diminta untuk melihat berbagai persoalan mikro yang dihadapi masyarakat. Salah satunya kondisi Mardika saat ini.
"Sehingga kita dari kepolisian mempunyai konsen untuk membantu Pemkot membantu Pemprov untuk terciptanya suasana yang aman dan nyaman, karena di sinilah tempat salah satunya peredaran perekonomian khususnya di Kota Ambon ini dan dampaknya juga di Maluku. Kemarin saya mendengar keluhan masyarakat Kamtibmas sehingga kita melakukan langkah-langkah untuk melakukan penindakan khususnya terhadap masalah-masalah kriminalitas, baik itu copet, jambret dan sebagainya termasuk pungli,"paparnya.
Dikatakan, dalam sepekan terakhir pihaknya telah melakukan penindakan terhadap belasan pelaku kriminal yang selama ini meresahkan masyarakat saat beraktivitas di Mardika.
"Baik Polda maupun Polres telah melakukan penindakan terhadap pelaku kriminal, termasuk penadanya tidak boleh lagi ada di sini. Kejahatan di tempat masyarakat menengah ke bawah ini,"terangnya.
Mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur ini mengaku, dengan telah dipasangnya belasan CCTV dan Pospam terpadu, harus mampu mengubah potret buram pasar yang selama ini dikenal rawan aksi kriminalitas itu, menjadi pasar yang aman, nyaman dan indah.
"CCTV dan Pospam sudah dipasang dan didirikan di pasar maupun terminal Mardika. Kami berharap potret pasar Mardika yang dikenal rawan aksi kriminalitas seperti pencurian (jambret, copet), premanisme (pemalakan), pungli dapat berubah menjadi pasar yang aman, nyaman dan indah,"kata dia.
Orang nomor satu di Polda Maluku ini menambahkan, selain untuk menjaga keamanan, kehadiran Pospam juga diharapkan dapat memudahkan komunikasi dan koordinasi antar petugas pengamanan dengan para pedagang maupun masyarakat.
"Saya juga telah perintahkan agar petugas keamanan terus lakukan patroli baik patroli terbuka ataupun tertutup serta melakukan deteksi dan cegah dini kejahatan di sana,"ujarnya.
Jenderal polisi bintang dua ini mengaku, Mardika harus menjadi pusat perdagangan atau perekonomian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Ambon, maupun secara umum di Maluku.
"Pasar Mardika juga harus menjadi simbol kerukunan dan kebersamaan semua komponen masyarakat di Maluku yang ingin membangun dan memajukan Maluku," ujarnya.
Mantan Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Barat, itu mengajak semua komponen masyarakat agar dapat bersama-sama merubah potret buram pasar Mardika menjadi pasar yang bersih dan nyaman bagi siapa pun.
"Mari juga kita jadikan pasar Mardika menjadi pusat kuliner karena lokasi pasar Mardika ini sangat strategis dan indah, di depannya ada pantai yang indah,"imbuhya.
Alumnus Akpol 1988 itu mengimbau, semua pihak, termasuk para pedagang dan masyarakat agar dapat bekerja sama dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di pasar Mardika.
"Tindak tegas semua potensi kejahatan di sana. Jangan ada lagi gaya-gaya sok paling jago dan memeras pedagang-pedagang di sana," harapnya.
Mantan Kapolres Blora Polda Jawa Tengah memerintahka aparat pengamanan terpadu di pasar Mardika agar dapat menindak tegas para pelaku kejahatan di pasar Mardika.
"Tegur dan beri peringatan. Bila tetap tidak bisa, jangan ragu tangkap dan sikat saja demi kepentingan umum dan rakyat kecil di sana," tegasnya. (AHA)
Dapatkan sekarang