BULA,AT--- Majelis Latupati Kabupaten Seram Bagian Timur(SBT) menggelar Rapat kerja(Raker) guna membahas dan merancang program kerja selanjutnya. Raker tersebut merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh pengurus Latupati SBT.
Ketua Majelis Latupati SBT A.R Weulartafela mengatakan, majelis latupati SBT sendiri sudah ada sejak tahun 2005, namun selama ini terjadi kevakuman dan baru tahun ini dibentuk lagi struktur baru.
"Sehingga pada kepengurusan saya di tahun 2023 ini kita mencoba melakukan Raker. Agar semua peserta raja-raja yang hadir bisa menuangkan ide dan gagasan, untuk memperkuatkan dalam satu rekomendasi," ujar Weulartafela kepada wartawan usai lakukan Raker di Hotel Surya, Rabu,(5/7).
Raja negeri Kiandarat itu menambahkan, pihaknya akan terus bersinergi bersama Pemerintah daerah SBT(Pemda) maupun DPRD setempat. Dalam mengawal pembangunan di negeri yang bertajuk Ita Wotu Nusa itu.
"Apalagi SBT ini kan negeri para raja, jadi harus punya sumbangsi penting, sehingga dengan Raker ini Pemda juga tau bahwa Majelis Latupati SBT juga eksis. Karena selama ini hanya terdengar nama saja," tuturnya.
Lanjutnya, ia mengaku majelis latupati akan terus berjuang demi kepentingan negeri-negeri adat yang ada di SBT. Sekaligus menjaga situs peninggalan leluhur,budaya juga tradisi di negeri adat masing-masing.
Sementara Wakil Bupati SBT Idris Rumalutur mengatakan, kita semua sebagai anak negeri,anak daerah adat selalu akan membantu majelis latupati dalam rangka memantapkan pemerintah daerah untuk Kabupaten Seram Bagian Timur yang lebih baik di masa-masa yang akan datang.
"Dengan raker pertama ini maka kita dapat melihat hasil di tahun-tahun akan datang.Atas nama pemerintah daerah Insyaallah saya akan bicara dengan Bupati apa yang telah tadi diusulkan oleh Ketua Majelis latupati Kabupaten seram bagian timur dan juga ada rekan kita di sini wakil ketua 2 (dua) DPRD juga mendengar mudah-mudahan kita bisa di tahun 2023," pungkasnya.(JU).
Dapatkan sekarang