Mahasiswa Maluku Jabotabek Demo di KPK Minta Kepala BWS Diperiksa
FaizalLestaluhu
23 Jan 2024 06:10 WIT

Mahasiswa Maluku Jabotabek Demo di KPK Minta Kepala BWS Diperiksa

AMBON,AT-Himpunan Mahasiswa Maluku Jakarta-Bogor-Depok-Tanggerang-Bekasi (Jabodetabek) mendesakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku, Marvan Lanra Ibnu terkait sejumlah proyek mangkrak di Maluku. Proyek-proyek tersebut tidak tuntas dikerjakan karena diduga dikorupsi.

Desakan tersebut disampaikan puluhan mahasiswa Maluku se-Jabodetabok saat menggelar aksi di depan kantor KPK Jakarta Selatan, Senin (22/1).

Aksi tersebut merupakan aksi jilid II terkait dugaan korupi beberapa mega proyek yang dikerjakan oleh Balai Sungai Wilayah Maluku di beberapa lokasi Provinsi Maluku.

"Hari ini kami mahasiwa se-Maluku melakukan aksi, meminta dengan tegas pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memeriksa kepala Balai Sungai Maluku," pinta Koordinator aksi, Zidni Ilman Warnangan usai aksi tersebut, kepada media ini, kemarin.

Selain mendesak memeriksa kepala BWS Maluku, para mahasiswa juga meminta lembaga antirasuah itu mengusut tuntas dugaan korupsi yang terjadi di tubuh BWS Maluku. Proyek- Proyek dimaksud adalah Bendungan Waeapo di Pulau Buru dengan nilai proyek sebesar Rp 2,1 triliun, dugaan korupsi proyek Check Dam Kampung Rinjani-Ahuru Kota Ambon senilai Rp 138 miliar, dan proyek Penanggulangan Banjir di Dusun Laala, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat,  senilai Rp 34.710,000,000 tahap pertama dan tahap kedua senilai Rp 24.057.599.000.

Ilnam menjelaskan, selama tiga tahun terkahir atau sejak 2021 lalu, dugaan mangkraknya mega proyek tersebut pernah dilirik Kejaksaan Tinggi Maluku dan Kepolisian Daerah Maluku. Namun, mirisnya tidak dilanjutkan oleh dua lembaga penagak hukum tersebut meski mahasiswa dari berbagai perwakilan OKP telah berulang kali berunjuk rasa di Ambon.

"Saya menduga, dugaan korupsi mega proyek ini tidak hanya melibatkan oknum-oknum dari Balai Wilayah Sungai Maluku, tetapi juga melibatkan beberapa kontraktor proyek yang bekerja sama," katanya.
Ilnam menambahkan, ia dan rekan-rekannya telah berdemonstrasi pada 19 Januari 2023 lalu dengan poin tuntutan yang sama.

"Kami akan tetap mengawal aksi ini dengan tuntas dan apabila aksi kami tidak menemukan titik terang maka kami siap untuk melakukan aksi yang berjilid-jilid," pungkasnya. (YUS) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai