Mafindo Maluku Bekali Remaja Jemaat GPM Abubu Ilmu Cek Fakta dan AI
FaizalLestaluhu
30 May 2026 16:08 WIT

Mafindo Maluku Bekali Remaja Jemaat GPM Abubu Ilmu Cek Fakta dan AI

AMBON,AT–Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Maluku hadir dalam kegiatan Temu Anak dan Remaja Jemaat GPM Abubu yang berlangsung pada tanggal 27–28 Mei 2026 di Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah.

Kegiatan Temu Anak dan Remaja ini diselenggarakan sebagai wadah pembinaan generasi muda gereja untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat karakter anak dan remaja dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan informasi di era digital.

Dalam kegiatan tersebut, Mafindo Maluku diwakili oleh Wellsy Bakarbessy membawakan materi literasi digital “Saring Sebelum Sharing: Bahaya Internet bagi Remaja”. Sesi ini membahas manfaat internet sebagai sarana belajar, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas, serta  berbagai risiko di ruang digital.

Remaja diberikan pemahaman terkait ancaman pelanggaran privasi, penyebaran berita bohong (hoaks), keamanan data pribadi, serta pentingnya berpikir kritis dalam menerima setiap informasi. Bakarbessy mengajarkan cek fakta sederhana dan pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) secara positif melalui praktik prompting sederhana.

Kegiatan yang diikuti oleh 45 anak dan remaja Jemaat GPM Abubu tersebut berlangsung secara interaktif melalui praktik, diskusi, dan tanya jawab. Para peserta diajak menganalisis informasi hoaks yang beredar, serta mencoba penggunaan AI secara bijaksana.

Wellsy Bakarbessy, selaku Sekretaris Mafindo Maluku menyampaikan bahwa kemampuan literasi digital menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda saat ini.

“Anak-anak dan remaja saat ini tumbuh bersama teknologi, sehingga mereka perlu dibekali kemampuan untuk berpikir kritis, skeptis, dan menjaga privasi, serta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Semoga materi ini dapat memberikan gambaran berinternet yang cerdas dan positif,” tutur Wellsy dalam rilisnya yang diterima media ini, Sabtu (30/5). 

Ketua Pengasuh SMTPI Jemaat GPM Abubu, Sin Peilouw, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pelaksanaan kegiatan yang memberikan pengalaman baru bagi anak-anak dan remaja di Negeri Abubu.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi remaja kami, khususnya terkait penggunaan internet, pengenalan kecerdasan buatan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal yang berguna bagi mereka di masa depan,” ungkapnya.

Selain materi literasi digital, terdapat Sesi Kreativitas dan Melukis yang dibawakan oleh Tessart Saija, seniman muda Maluku. Dalam kesempatan tersebut remaja diajarkan konsep Zinebook sebagai media kreatif untuk menuangkan ide, cerita, dan ekspresi diri serta dilanjutkan dengan sesi mewarnai dan melukis.

Negeri Abubu sendiri merupakan salah satu negeri adat yang terletak di Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah.

Negeri ini dapat ditempuh sekitar lima jam perjalanan darat dan laut dari Kota Ambon dan dikenal sebagai tanah kelahiran Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu, tokoh perempuan Maluku yang dikenang atas keberanian dan perjuangannya melawan penjajahan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak dan remaja Abubu semakin siap menghadapi tantangan era digital, mampu berpikir kritis terhadap informasi, mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak sebagai sarana belajar dan berkarya di masyarakat.(Aju)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga