AMBON,AT-Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) selama beberapa hari membuat jalanan tertutup lumpur, yakni di ruas Jalan Dusun Olas, Desa Loki, Huamual, SBB.
Banjir lumpur itu menutupi badan jalan sepanjang 200 meter lebih. Warga membersihkan lumpur yang meluap setinggi hampir satu meter di jalan raya tersebut, dengan menggunakan alat seadanya.
Menurut Yani, Warga Dusun Olas, luapan lumpur tersebut terjadi diakibatkan curah hujan yang cukup deras sehingga air mengalir dengan membawa lumpur dari tanah menuju ke jalan raya.
"Tingginya (lumpur) hampir satu meter. Akibat endapan lumpur tersebut banyak warga masyarakat yang jatuh dari kendaraan namun tidak mengalami luka yang serius. Pejalan kaki pun sangat sulit melewati kawasan tersebut, " ungkapnya kepada Ambon Terkini, Selasa (18/7).
Saat ini, tutur dia, lumpur di jalan itu belum juga di bersihkan karena tidak ada peralatan yang memadai, makanya butuh campur tangan pemerintah kabupaten untuk mengatasinya.
“Warga hanya mampu membersihkan lumpur dengan sekop maupun pacul. Tapi semuanya sia-sia karena saat hujan tiba, akan terjadi hal serupa sebab tidak ada saluran drainase di samping jalan, " terang dia.
Yani menuturkan, saat banjir lumpur terjadi, kendaraan angkutan umum sudah tidak bisa lewat, kecuali mobil truk, itupun harus hati-hati jika ingin menerobos karena genangan air yang bercampur tanah gunung.
"Kendaraan roda dua bisa lewat dengan cara didorong oleh warga," beberapa dia.
Parahnya lagi, imbuh Yani, ruas jalan provinsi sepanjang ratusan meter itu sudah rusak.
"Dulu jalan ini di aspal, tapi sekarang sudah rusak dan belum juga diperbaiki oleh pihak pemerintah. Jika kondisinya masih seperti ini, maka kendaraan angkutan umum akan berhenti beroperasi, " tutup dia.
Sementara itu, Baba Jibu Anggota, Sopir Angkutan Umum mengaku, tiap musim hujan kondisi jalan di kawasan itu terjadi banjir lumpur. Tapi anehnya, tidak penanganan sedikitpun dari pemerintah.
"Kami memilih berhenti beroperasi karena angkot tidak bisa melintasi kawasan itu, kami tidak mau ambil risiko jika terjadi sesutu, " ungkapnya.
Baba menjelaskan, sudah tiga hari ia berhenti beroperasi karena lumpurnya belum dibersihkan dari jalan itu.
"Penumpang dari Desa Luhu, Katapang, Loki semuanya mengeluh, karena tidak ada kendaraan yang bisa lewat sudah empat hari terakhir, " katanya.
Olehnya itu, Baba berharap, pemerintah kabupaten maupun provinsi agar bisa menangani masalah ini secara serius sehingga arus transportasi bisa kembali normal.
"Setiap tahun selalu terjadi (banjir lumpur) tapi belum ada langkah konkrit dari pemerintah. Itu yang sangat kami sayangkan. Intinya, kami berharap bisa diperbaiki secepatnya, itu saja," kuncinya.(CAL)
Dapatkan sekarang