Lewerissa-Vanath Tolak Pengadaan Mobil Dinas  Seharga Rp 6 Miliar
FaizalLestaluhu
20 Jan 2025 12:00 WIT

Lewerissa-Vanath Tolak Pengadaan Mobil Dinas  Seharga Rp 6 Miliar

AMBON,AT-Belum juga dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur difinitif periode 2025-2030, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath kembali membuat publik kagum dengan tindakan yang diambil. 

Keduanya menolak pemberian mobil dinas dari Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku. Padahal pengadaan mobil dinas tersebut merupakan hal yang wajib dari setiap instansi setempat.

"Jadi begini, kita dari pemerintah daerah sudah susun itu anggarannya untuk mobil dinas beliau dua orang itu. Namun dalam perjalannya pada Desember 2024 kemarin, beliau setelah dinyatakan sebagai pasangan calon terpilih, lalu kita komunikasikan dengan Pak Hendrik dan Pak Abdullah Vanath, lalu beliau berdua tidak berkeinginan untuk pengadaan mobil baru," kata Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Maluku, Suryadi Sabirin melalui panggilan WhatsApp, Minggu (19/1).

Sabirin menjelaskan, setiap pergantian gubernur dan wakil gubernur Maluku, Pemda telah menyediakan anggaran tersendiri untuk pengadaan mobil perjalanan dinas. Namun, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath dengan akronim LAWAMENA lebih memilih menggunakan mobil dinas lama atau bekas pemakaian dari mantan gubenur dan wakil gubernur sebelumnya.

"Beliau sendiri mintakan gunakan mobil yang lama saja. Itu yang mereka mau pakai," ujarnya.

Padahal Pemda Maluku telah berkoordinasi dengn Kementerian Keuangan untuk menghitung anggaran sebanyak Rp6 miliar untuk pengadaan empat mobil dinas gubernur dan wakil gubernur. Rinciannya, anggaran mobil dinas gubernur Rp 1,8 miliar dan wakil gubernur Rp1,2 miliar sehingga totalnya Rp3 miliar. 

"Biasnaya mobil dinas ada 2 di Provinsi Maluku dan ada 2 di Jakarta untuk beliau adakan tugas dinas di Jakarta atau pemerintas pusat. Jadi total yang kita anggarkan itu sekitar Rp 6 miliar untuk empat mobil," bebernya.

Sabirin mengaku, Pemprov Maluku sangat menyukuri dengan tindakan gubernur dan wakil gubernur yang dilakukan berdasarkan visi misi saat berkampanye.

"Ini juga karena beliau perhatian dengan anggaran pemda yang terbatas, beliau sangat memperhatikan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan janji - janji politik beliau waktu kampanye. Jadi kita kembalikan uang itu untuk pemberdayaan masyarakat. Artinya, pasangan ini sangat peduli terhadap masyarkat dan ingin bentul-betul membangun Maluku yang lebih baik ke depannya," pungkasnya.(Jar) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai