AMBON,AT-Gubernur Hendrik Lewerissa mengatakan, dirinya sangat optimis bisa mengeluarkan Maluku dari belenggu kemiskinan selama masa kepemimpinannya lima tahun ke depan.
"Harapan ini juga sudah saya sampaikan saat retreat di Magelang pekan lalu di hadapan Bapak Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Mendagri Tito Carnavian," kata Hendrik melalui rilisnya yang diterima media, Minggu (2/4/).
Hendrik menjelaskan Maluku adalah salah satu provinsi pendiri NKRI. Bukan saja itu, Maluku juga adalah Provinsi Kepulauan yang memiliki kekayaan yang luar biasa.
Memori publik Maluku yan dijuluki Bumi Raja-raja, bukan cuma ada di kancah nasional, tapi global pun mengenal Maluku sebagai daerah rempah. Atas dasar itulah sampai bisa kolonialisme terjadi.
Kendati terkenal dengan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, namun, Gubernur tidak menampikan bahwa kondisi kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah, pengangguran dan Infrastruktur serta kualitas pelayanan kesehatan di daerah ini sangat memprihatinkan.
"Namun saya sebagai Gubernur, tidak bisa menapikan fakta bahwa hari ini Maluku adalah salah satu dari provinsi yang masuk kategori termiskin di Indonesia, provinsi dengan tingkat kualitas pendidikan terendah," ungkap politisi Gerindra ini.
"Maluku juga merupakan provinsi dengan tingkat pengangguran yang cukup tinggi, infrastruktur yang memang harus diperbaiki, kualitas pelayanan kesehatan yang memang perlu ditingkatkan,* sambungnya.
Hal tersebutlah yang menjadi indikator utama dirinya berkomitmen agar Maluku bisa keluar dari kategori termiskin, lalu menurunkan angka pengangguran, bisa membangun infrastruktur sebagai konektivitas antar pulau-pulau.
"Serta bisa meningkatkan pelayanan dasar yang terbaik bagi masyarakat di Maluku, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, sanitasi dan air bersih," ujar Hendrik.
Apa yang menjadi optimisme dirinya bersama Abdullah Vanath di masa kepemimpinan lima tahun ke depan itu, agar bisa meninggalkan kesan baik ketika mereka sudah selesai mengemban tugas sebagai gubernur dan wakil gubenur.
"Yang ingin ditinggalkan kepada masyarakat seusai mengemban tugas itu, terutama sebagai daerah yang terkenal dengan SDA, saya ingin mengelola SDA secara bertanggung jawab, terencana dan berkelanjutan, untuk diwariskan kepada anak cucu kita ke depan," tutup Lewerissa.(Nak)
Dapatkan sekarang