AMBON,AT-Pembinaan sepakbola usia muda kerap kali menjadi masalah besar di Kabupaten Maluku Tengah. Selama ini, induk organisasi sepakbola di kabupaten bertajuk Pamahanunusa itu sering dikritik karena tidak peduli dengan hal tersebut.
Untuk membuktikan keseriusan mengembangkan bakat usia muda, Askab PSSI Maluku Tengah dibawah kendali Halid Latuamury mulai merancang strategi untuk menggodok program pembinaan usia dini.
Setiap klub yang menjadi anggota Askab, harus tetap fokus melakukan pembinaan pemain usia muda, ungkap Latuamury saat berbincang-bincang Ambon Ekspres via telepon, kemarin.
Latuamruy pun bersyukur karena pembentukan SSB atau Sekolah Sepak Bola sudah mulai menjamur di kabupaten ini (Malteng). Artinya, akan memudahkan mereka dalam merealisasi program tersebut.
"Alhamdulillah, ada sekitar lima SSB yang mulai terbentuk di beberapa kecamatan. Sementara klub yang menjadi bagian dari Askab ada tujuh klub. Makanya, kami minta mereka agar memperhatikan pembinaan pemain usai muda, " pintanya.
Alasan Latuamury melakukan program ini, karena ia ingin Malteng selalu menjadi salah sentra pembinaan usia dini sekaligus sebagai penyumbang pemain muda untuk timnas.
"Tujuan kami seperti itu, makanya program ini harus tetap dijalankan sehingga apa yang menjadi impian kita bisa terwujud," terang Latuamury.
Latuamury melanjutkan, ada beberapa kendala dalam proses pembinaan tersebut, diantaranya soal peralatan latihan dan sarana lapangan.
Memang ada beberapa SSB maupun klub yang belum memiliki lapangan yang memadai, makanya proses pembinaan pemain muda kurang maksimal.
"Olehya itu, kami minta dukungan dari pihak-pihak terkait untuk mengatasi kendalai yang dihadapi oleh SBB maupun klub," pintanya.
Terlepas dari semua itu, imbuh Latuamury, tujuan utama Askab merancang program ini adalah untuk memasok pemain ke timnas, terutama usia muda.
"Semoga rogram ini bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan," demikian Latuamury.(CAL)
Dapatkan sekarang