NAMROLE,AT-Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Buru Selatan resmi dilantik. Proses pelantikan dipusatkan di Aula Lantai II Kantor Bupati Buru Selatan, kemarin.
Safitri Malik Soulisa, Bupati Buru Selatan dalam sambutanya saat menghadiri kegiatan tersebut menyampaikan selamat atas pelantikan pengurus IDI Bursel periode 2022-2025.
“Atas nama pemerintah kabupaten, saya menyampaikan selamat atas dilantiknya pengurus IDI Bursel. Selamat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab demi meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Kabupaten Buru Selatan,” ucapnya
Dijelaskan, IDI harus senantiasa menjunjung tinggi semangat pengabdian demi kemanusian. Semoga dengan dilantiknya kepengurusan yang baru mampu memajukan profesi dokter di Bursel.
"Dengan demikian dokter dapat berkontribusi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara professional,” jelasnya.
Lebih jauh dijelaskan, dokter sebagai tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam pembangunan dan pertahahan bangsa di bidang kesehatan.
“Masih dan akan selalu kami ingat bagaimana perjuangan seluruh Nakes (Tenaga Kesehatan) saat menangani pasien dimasa pendemi covid 19,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Soulisa mengucapkan, terimkasih yang sebesar-besarnya atas jasa bapak ibu semua. Kedepan akan ada banyak tantangan yang akan dihadapi pengurus IDI dalam menengakkan kode etik kedokteran.
“Semakin sering kita temui peristiwa dimana etika kesampingan demi mengejar pengakuan diri, apalagi di era, media sosial sekarang, supaya viral, atau pun dishare dikontenkan, yang kemudian menjadi hal yang memprihatinkan. Saya optimis pengurus IDI Cabang Buru Selatan akan selalu berkomitmen mengantisipasi hal-hal tersebut dengan melakukan pengawasan dan penegakkan etika kedokteran,” ingatnya.
Bupati perempuan pertama di Buru Selatan ini mengungkapkan, berbagai isu kesehatan di masyarakat sangat memprihatinkan. Salah satunya adalah stunting.
“Kabupaten Buru Selatan merupakan wilayah dengan privalensi balita stunting tertinggi di Maluku berdasarkan survei status gizi provinsi Maluku tahun 2022, yakni mencapai 41, 6 persen. Angka ini naik, 2,5 poin dari 2021 yang sebesar 39,1 persen. Angka ini sangat tinggi jika dibandingkan standart WHO sebesar 20 persen,” rincinya.
Stunting menurut Soulisa, membawa dampak terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda dan dampak ekonomi. Dampak jangka panjang salah satunya yaitu drop out sekolah. Sedangkan dampak ekonominya yaitu potensi kerugian 260-360 ribu triliun per tahun.
“Intervensi terhadap penanganannya dan pencegahan terhadapa kasus stunting harus dilakukan secara sinergis antara sektor kesehatan dan nonkesehatan teruatama dinas terkait dan lembaga serta organisasi lainnya, " tutup Soulisa.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Gerson, Elieser Selsily, Sekda, Umar Mahulette, puluhan tenaga dokter, hingga pimpinan oganisasi perangkat daerah. (ESI)
Dapatkan sekarang