NAMROLE,AT-Bupati Buru Selatan, La Hamidi, didampingi Sekertaris Daerah ( Sekda) Prof Ali Awan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samsul Sampulawa bersama beberapa pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Senin (15/6) meninjau langsung kondisi talud penahan ombak yang ambruk akibat terjangan air laut di kawasan pantai Desa Waenono, Kecamatan Namrole
Kunjungan ini sekaligus merespon keluhan warga yang terdampak abrasi air laut, sekaligus guna melihat secara dekat tingkat kerusakan dan langkah- langkah penanganan cepat (kedaruratan) dan jangka panjang yang harus dilakukan.
Dalam peninjauan tersebut, La Hamidi menegaskan bahwa, penanganan abrasi di Pantai Waenono menjadi perhatian pemerintah daerah. Mengingat dampak cuaca ekstrem dan hantaman ombak terutama saat kondisi cuaca ekstrim.
'Saya kira intervensi fisik harus segera direncanakan agar kerusakan tidak meluas," sebutnya.
Orang nomor satu di Buru Selatan ini langsung melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Maluku (BWSM), pihak konsultan dan juga kontraktor yang sementara melakukan penanganan Talud sepanjang 200 meter dan meminta untuk memprioritaskan titik- titik kerusakan yang dianggap rawan.
"Saya minta agar titik- titik kerusakan yang rawan, terutama yang ada pemukiman penduduk untuk mendapat prioritas," ungkapnya.
Politisi Partai Amanat Nasional ( PAN) ini menghimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terutama saat kondisi cuaca ekstrim.
"Atas nama Pemerintah daerah, saya mengimbau kepada masyarakat di sepanjang pesisir pantai untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang sewaktu-waktu dapat terjadi yang bisa mengancam keselamatan jiwa dan harta benda," ingatnya.
Untuk diketahui talud penahan ombak sepanjang pantai desa Waenono kecamatan Namrole ambruk akibat hantaman ombak atau abrasi air laut. Bahkan sejumlah rumah milik masyarakat ambruk akibat terjangan ombak yang terjadi sejak tahun 2019 silam. (Edy)
Dapatkan sekarang