AMBON,AT-Guna memperkenal pemilu jujur dan adil bagi pemilih pemula, ratusan mahasiswa dan pelajar dilibatkan dalam kegiatan Gerakan Cerdas Memilih (GCM).Gerakan Cerdas Memilih (GCM) dipelopori oleh Lembaga Penyiran Publik (LPP) RRI Ambon.
GCM kali ke dua ini berkonsep talk show dengan tema Pemilu Jujur Adil di mata pemilih pemula yang berlangsung di Auditorium George De Fretes RRI Ambon.
Lima Narasumber yang hadir, yakni Ketua KPU Maluku Samsul Rifan Kubangun, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Maluku Kombes (Pol) Deny Abrahams, Kadiv Pencegahan dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Maluku, Daim Baco Rahawarin, Ketua Komisi Informasi Maluku Mockhtar Touwe, dan Dosen Fakultas Hukum Unpatti Ambon Sharlock Halmes Leikipiow.
Kepala Stasiun LPP RRI Ambon, Apral Miswirawan menjelaskan, Gerakan Cerdas Memilih merupakan salah satu program dari lembaga penyiaran publik yang digelar di semua stasiun RRI di Indonesia.
"Sementara untuk kita di Ambon ini, sebagai tipe B melaksanakan Empat kali. Namun kita baru dua kali, dan ini sebagai salah satu bentuk dari kami (RRI-red) untuk mengedukasi masyarakat terutama kepada pemilih pemulah," kata Apral Miswirawan kepda media ini usai talk show.
Dijelaskan Miswirawan, GCM ini merupakan bentuk edukasi masyarakat terutama pemilih dari lembaga penyiaran publik RRI, tentang pentingnya berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.
"Dari penjelasan KPU, tercatat 63 persen dari DPT Maluku adalah pemilih pemula, sehingga harus diberi pengertian dan edukasi sosialisasi dan ini bentuk tanggung jawab moril kami (RRI-red) sebagai sarana informasi dan pendiikan," kata Miswirawan.
Sementara Dirbinmas Polda Maluku, Kombes (Pol) Deny Abrahams, disela-sela talk show itu mengatakan, sejak awal tahapan Pemilu 2024 dimulai, Polda Maluku beserta jajarannya telah secara langsung melaksanakan pengamanan. Harapannya Pemilu dapat terlaksana dengan jujur, aman dan damai.
"Kami juga mengajak para pemilih pemula maupun masyarakat secara umum agar dapat menyalurkan hak suara dengan baik," ajaknya.
Polda Maluku saat ini sedang melaksanakan tiga kegiatan untuk menciptakan kondusifitas keamanan, dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Diantaranya kegiatan preemtif, preventif dan represif.
"Kami berharap Pemilu nanti tidak ada konflik dan gangguan, semua berjalan lancar dan aman sehingga Maluku ke depan lebih maju, damai dan sejahtera," harapnya.
Terkait lokasi yang dianggap rawan saat pelaksanaan pencoblosan, Abrahams mengaku pihaknya telah menerima data indeks kerawan dari Bawaslu pusat maupun Mabes Polri.
"Kita monitor situasi dan pengamanan saat pencoblosan nanti mengacu pada indeks kerawan yang dikeluarkan Bawaslu pusat. Yang mana kita di Maluku ini berada pada peringkat ke 20 dan untuk data wilayah kerawanan yang kami dapat dari Mabes Polri saat ini kita Maluku berada di level 8. Sehingga saat ini juga Mabes Polri sedang menyusun dan menyiapkan sistem pengamanan untuk pemilu nanti berdasarkan kondisi aman, rawan dan sangat rawan," ungkapnya.
Ia mengatakan, Polda Maluku yang juga tergabung dalam tim Gakumdu juga siap melaksanakan tugas, khususnya dalam memberikan edukasi positif kepada masyarakat, para peserta pemilu agar bisa mengikuti proses pemilu dengan baik dan jujur.
"Kami juga telah mengimbau dan memberikan edukasi positif bagaimana bisa menggunakan hak suaranya untuk memilih dengan baik dan bijak," tambahnya.
Kadiv pencegahan dan hubungan masyarakat Daim Baco Rahawarin juga mengajak masyarakat Maluku agar bijak dalam menggunakan hak suara tanpa ada intimidasi ataupun pengaruh dari pihak manapun.
"Mari bersama kami Bawaslu Maluku kita lakukan pengawasan pelaksanaan pemilu nanti bersama-sama karena pengawasan pemilu di lapangan bukan saja tugas kami Bawaslu tapi juga menjadi tanggung jawab semua lapisan masyarakat dan mari gunakan hak suaranya dengan baik dan bijaksana," pintanya.
Dukungan dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat, kata Rahawarin, juga sangat berperan penting dalam melaksanakan pengawasan Pemilu. Hal itu diharapkan dapat mencegah berbagai kecurangan atau pelanggaran dalam pemilu.
"Bagi generasi muda sebagai pemilih pemula yang sangat rentan dengan pengaruh dari pihak tertentu ataupun juga serangan fajar, ini harus menjadi perhatian kita bersama untuk menekan adanya pelanggaran pemilu. Mari bersama kami Bawaslu Maluku wujudkan pemilu yang bersih, aman, damai dan lancar," ajaknya.
Sementara itu, Ketua peKPU Maluku Samsul Rifan Kubangan juga meminta para pemilih pemula untuk benar-benar mengenal dan mengetahui kandidat yang akan dipilih. Para pemili pemula harus melihat visi dan misi serta program kerja yang ditawarkan peserta pemilu, sehingga para pemilih pemula tidak salah dalam memilih nanti.
"Kami sangat berharap partisipasi dari seluruh pemilih pemula agar bisa mengecek namanya pada daftar nama yang sudah ditempelkan oleh pihak KPU bersama anggota Bahabinkamtibmas, dan pastikan jika namanya ada maka dicek secara online juga agar bisa tau nantinya akan mencoblos di TPS mana. Mari jadikan pemilu sebagai sarana integrasi menuju bangsa Indonesia yang maju," harapnya.
Rifan mengapresiasi program GCM dilakukan RRI dengan lebih pada pemilih pemula, menurutnya sangat tepat dengan kondisi saat ini di Maluku.
"Karena berdasarkan data kita (KPU), hampir 63 persen data DPT kita 1.341.012 pemilih, itu pemelih pemulah. Dan segmen yang dilakukan RRI sangat tepat dengan kondisi kita saat ini, sangat kita hahrapakan pemilih pemulah dapat menggunakan hak suaranya dengan baik," demikian Rifan.(ERM)
Dapatkan sekarang