AMBON,AT-Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementerian Keuangan RI, kembali memberikan tambahan pagu Dana Desa (DD) tahun 2025, bagi seluruh kabupaten di Provinsi Maluku, termasuk Kota Ambon.
Berdasarkan catatan media ini sejak tiga tahun terakhir pagu Dana Desa (DD) di Kota Ambon, terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2023, saat itu pagu DD, berada diangka Rp 30.480.085,000, dan mengalami penambahan sebesar Rp758.904,000, sehingga menjadi Rp 31.238.989,000, di tahun 2024 kemarin.
Kemudian di tahun 2025 ini Pemerintah Pusat kembali menambah pagu DD untuk Kota Ambon sebesar, Rp 2.579.040.000, sehingga menjadi Rp. 33.818.029.000.
Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, merupakan salah satu negeri yang menduduki peringkat pertama penerima pagu DD terbesar di Kota Ambon, selama ini. Pagu DD juga terus mengalami kenaikan. Pada 2024 lalu, pagu DD Batumerah sebesar Rp2.725.768,000, dan ditahun 2025 ini mengalami kenaikan sebesar Rp 3.7 Miliar.
Dalam tahun 2025 ini, berdasarkan catatan yang diterima, peringkat kedua setelah Batumerah, yakni negeri Passo, kecamatan Baguala, yang menerima alokasi DD cukup besar dengan angkat Rp. 1.777.722.000; disusual Negeri Hative Kecil, dengan angka, Rp. 1.586.061.000; kemudian Negeri Soya, kecamatan Sirimau, dengan angka, Rp. 1.491.646.000.
Selanjutnya, ada Desa Waiheru, dengan pagu DD sebesar Rp. 1.437.564.000. Desa Halong, sebesar Rp. 1.351.458.000.
Negeri Urimessing, sebesar Rp. 1.331.179.000. Desa Wayame, sebesar Rp. 1.233.364.000, Negeri Latuhalat sebesar, Rp. 1.299.169.000. Kemudisn Desa Hative Besar, dengan angka sebesar Rp. 1.124.905.000. Negeri Laha, dengan angka alokasi sebesar, Rp 1.201.471.000, selanjutnya ada Negeri Rumah Tiga, dengan angka, Rp.1.169.992.000.
Desa Hunuth/Durian Patah, alokasi sebesar Rp. 1.097.093.000; Desa Tawiri Rp. 1.093.672.000. Desa Poka, sebesar Rp. 1.080.949.000, Negeri Amahusu, alokasi sebesar Rp. 1.068.607.000, selanjutnya Desa Nania, sebesar Rp. 1.047.074.000; dan Desa Nusaniwe, dengan alokasi sebesar Rp.1.027.136.000.
Sementara ada 12 Desa atau negeri yang mendapatkan alokasi dana kurang dari Rp. 1 miliar, diantaranya : Negeri Hutumuri, Rp 945.317.000. Negeri Hatalai, Rp 872.087.000. Desa Seilale, Rp. 767.829.000. Desa Latta, Rp. 754.566.000. Desa Negeri Lama, Rp. 730.323.000. Negeri Hukurila, Rp 686.885.000. Negeri Kilang, Rp 662.645.000. Negeri Ema, Rp 652.187.000. Desa Galala, Rp. 649.055.000. Negeri Rutong, Rp 646.529.000. Negeri Leahari, Rp 642.284.000. Negeri Naku, Rp 641.369.000.
Sebelumnya, Kepala dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Masyarakat dan Masyarakat Desa (DP3MD) Kota Ambon, Meggy Martje Lekatompessy mengatakan, kenaikan pagu DD untuk Kota Ambon itu, didasarkan pada kinerja Pemerintah desa yang baik.
"Faktor yang menyebabkan Dana Desa di Kota Ambon naik itu didasarkan pada penilaian kinerja pemerintahan desa terbaik di Kota Ambon. Kinerja utama yang dinilai adalah Desa bebas korupsi, penyaluran Dana Desa, desa yang menganggarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa, kinerja pengelolaan keuangan desa termasuk akuntabilitas keuangan, dan ada penghargaan dari Kementerian Negara atau Lembaga," jelasnya.
Menurutnya, penambahan pagu DD tersebut merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Pusat, atas kinerja dari seluruh desa yang ada di Kota Ambon.
"Inilah bentuk apresiasi dari Pemerintah pusat. Memang yang kita inginkan itu seperti saat ini (penambahan pagu DD), sebab semua ini untuk kepentingan masyarakat,"ujarnya.
Mantan Camat Sirimau, dan Teluk Ambon itu berharap, agar seluruh desa dan negeri di Kota Ambon, terus meningkatkan kinerja mereka dalam mensejahterahkan masyarakat.
"Kita berharap agar desa dan negeri akan memiliki peningkatan kinerja yang baik setiap tahun,"tandasnya. (AHA)
Dapatkan sekarang