AMBON, AT-Lima bulan jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh Sumut 2024, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku belum juga menggelar pemusatan latihan atau training center (TC). Pertimbangannya, hingga saat ini anggarannya belum diterima.
Menurut Mustafa Kamal, Ketua Harian (Kethar) KONI Maluku bahwa, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, termasuk menggelar TC PON karena anggaran tidak ada sama sekali.
"Masih menunggu kepastian uang yang akan dikucurkan. Memang jadwal dan agenda training center sudah kami buat. Cuma kami belum berani melaksaksanakan TC itu karena masih menunggu realisasi keuangan,’’ terang Kamal saat menghubungi media ini, kemarin.
Lanjut Kamal, anggaran yang diperlukan secepatnya adalah untuk atlet, pelatih, konsumsi dan kebutuhan latihan lainnya.
‘’Kami berharap proses pencairan anggaran bisa dipercepat karena sangat dibutuhkan untuk persiapan menghadapi PON. Waktu pelaksanaan PON tidak lama lagi. Kami berharap semua atlet bisa mencapai prestasi puncak pada PON,’’ harap Kamal.
Jika anggaran tidak dicairkan, tegas Kamal, maka atlet PON Maluku akan bertarung di ajang olahraga akbar di Indonesia itu, tanpa menjalani pemusatan latihan (TC) terlebih dulu.
"Seharusnya saat ini para atlet Maluku yang lolos PON sudah masuk dalam program periodisasi latihan, bahkan untuk melaksanakan tryout mematangkan atlet sebelum berlaga pada PON XXI, " beber dia.
“Bulan ini harusnya program periodesasi, memang atlet-atlet kita itu sudah harus masuk dalam penampungan dan TC persiapan menuju PON. Sekaligus direncanakan beberapa bulan masuk tryout. Namun program ini terancam tidak bisa jalan karena sampai dengan detik belum mendapatkan sebuah kepastian atau nilai anggaran yang diperuntukkan untuk PON,” sambung Kamal.
Pria murah senyum ini berharap, Pemprov Maluku dapat menyampaikan secara terbuka perihal dukungan kepastian anggaran kepada KONI Maluku untuk mempersiapkan atlet-atlet menuju PON Aceh-Sumut.
“Jadi pemerintah daerah bisa menyampaikan secara terbuka, apakah kemudian pemerintah bisa memfasilitasi atlet dan ofisial bisa ikut PON atau tidak. Karena anak-anak kita ini, jangan sampai mereka mempersiapkan diri dengan harapan besar bisa ikut, tapi tahu-tahunya nanti tidak bisa ikut,” pintanya.
Selain itu, kata Kamal, kedepan pihaknya akan merencakan untuk melakukan pertemuan bersama DPRD Maluku untuk mendapatkan kejelasan dukungan anggaran yang bisa diberikan untuk persiapan atlet.
"Mungkin dalam waktu dekat ini, kami akan audience dengan DPRD untuk kembali diskusikan kira-kira ada pagu anggaran untuk persiapan PON atau tidak. Artinya kita perlu mendapatkan kejelasan dari DPRD dan pemerintah daerah soal persiapan kita untuk mengikuti PON,” ujarnya.
Intinya, imbuh Kamal, pihaknya berharap adanya dukungan penuh dari Pemprov maupun DPRD terkait kucuran anggaran untuk TC PON. Jika tidak, maka semua program yang telah direncanakan terancam batal karena tidak ada anggaran.
"Semua program bisa dijalankan jika ditopang oleh anggaran yang memadai. Jadi dukungan dari Pemprov dan DPRD yang sangat kami butuhkan, " demikian Kamal. (CAL)
Dapatkan sekarang