AMBON,AT- Pengamat Olahraga Maluku, Rony Samloy sangat setuju dengan langkah KONI untuk tidak mengirim atlet yang dapat jatah wild card ke PON.
"Jangan biarkan ruang bagi mereka untuk berangkat. Saya sangat setuju dengan langkah KONI Maluku, " tegasnya kepada Ambon Terkini. Id, kemarin.
Menurut Rony, sebenarnya pembahasan menyangkut wild card ini sudah dibicarakan dalam rapat KONI Maluku sejak 2010 silam.
"Wils card itu sudah diharamkan oleh KONI Maluku dan itu disepakati dapat anggota KONI 2010 silam, " ungkapnya.
Oleh karena itu, kata Rony, pengurus KONI Maluku mesti melihat hal ini karena memang wild card akan menghabiskan anggaran daerah.
"Kalau KONI memberikan ruang dengan memberangkatkan atlet yang dapat jatah wild card, maka akan menghabiskan anggaran karena belum tentu atlet tersebut bisa merebut medali, " katanya.
Bukan hanya itu saja, imbuh Rony, Cabor yang dapat wild card itu menunjukkan bahwa cabang terkait itu gagal melakukan pembinaan atlet dan kalau cabor baru lalu kemudian meminta wild card itu terlalu berlebihan dan memaksakan diri.
"Mestinya harus sabar dalam melakukan pembinaan sehingga ke depan jangan ada lagi yang mengharapkan anggaran dari pemerintah daerah karena wild card. Intinya, wild card itu sudah 'diharamkan', " tegas Rony menutup pembicaraan.
Sebelumnya, Ketua Harian (Kethar) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku membenarkan ada Cabor yang dapat jatah wild card atau tiket otomatis untuk berlaga di PON Aceh-Sumut nanti.
"Sementara ada sekitar tiga Cabor yang dapat jatah wild card, salah satunya Cabor layar, " beber Mustafa.
Meski dapat wild card, lanjut Mustafa, tapi belum tentu berangkat ke PON, sebab semua akan disesuaikan dengan anggaran yang ada.
"Ya tergantung anggaran yang ada. Kalau tidak mencukupi maka tidak bisa berangkat, " tegasnya.
Mustafa mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan atlet-atlet yang lolos secara murni. Artinya, mereka yang melewati babak kualifikasi PON dan kemudian berhasil meraih tiket PON.
"Nah, kalau untuk atlet atau cabor yang dapat wild card belum tentu diberangkatkan karena akan disesuaikan dengan dana yang ada, " ucap Mustafa.
Lebih jauh dikatakan, KONI Maluku tidak mungkin mengusulkan ulang untuk menambah anggaran untuk cabor-cabor yang dapat wild card.
"Kami sudah usulkan anggaran ke pemerintah dan sudah disetujui angkanya. Jadi, tidak mungkin kami usulkan lagi untuk penambahan anggaran untuk jatah cabor yang dapat wild card, " katanya.
Mustafa pun mengatakan, pihaknya akan mengirimkan cabor-cabor yang diprediksi meraih medali di PON.
"Kalau cabor yang dapat jatah wild card, kami tidak menjamin atletnya bisa meraih medali. Makanya, kami akan berangkatkan mereka jika anggarannya memadai, " ujarnya.
Pada kesempatan itu, Mustafa juga meminta kepada pengurus cabor yang dijatahi wild card dari PB.
"Harus disadari bahwa anggaran yang disediakan sangatlah terbatas. Ya, kalau mereka bisa berangkat dengan biaya sendiri, tidak ada masalah. Yang jelas, mereka bisa berangkat tergantung dana yang tersedia, " pungkasnya. (CAL)
Dapatkan sekarang