Kunjungan yang dikemas dalam suasana pembelajaran aktif tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong peningkatan literasi, numerasi, serta penguatan karakter siswa. Di hadapan para murid, Bupati membaca big book bertema Makanan Khas Maluku sebagai praktik pembelajaran kontekstual yang kini diterapkan melalui kolaborasi Pemkab bersama Program INOVASI.
“Saya ingin anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan, yang membuat mereka berpikir dan berani bertanya,” ujar Zulkarnain.
Bukan hanya membaca buku, orang nomor satu di Maluku Tengah itu juga masuk ke ruang kelas untuk bermain ular tangga matematika guna mengenalkan konsep kelipatan. Suasana kelas sontak dipenuhi tawa ketika Bupati ikut melempar dadu dan menjawab tantangan soal dari murid.
Menurut Zulkarnain, pemerintah daerah saat ini fokus memperkuat kualitas pembelajaran bagi 47.000 siswa di 395 SD dan 45 MI. Meskipun akses pendidikan masih dihadang kondisi geografis berupa laut dan pegunungan, ia menegaskan bahwa upaya pemerataan tidak boleh berhenti.
“Walaupun tantangan geografis besar, anak-anak kita di mana pun berada harus mendapatkan pendidikan yang sama baiknya,” tegasnya.
Untuk menjawab ketimpangan akses, Pemkab menghadirkan layanan internet satelit Starlink di 30 sekolah wilayah 3T sebelum akhir tahun. Selain itu, Instruksi Bupati Nomor 420/04/INS/2025 mewajibkan pelatihan mingguan bagi guru melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk memperkuat kompetensi dan inovasi pembelajaran.
Perubahan tersebut mulai menunjukkan dampak positif. Nilai literasi siswa meningkat dari 43,51 pada 2023 menjadi 47,13 pada 2024, sementara Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan juga mengalami tren peningkatan.
Kepala SDN 234 Malteng, Rugaya Ipaenin, menyebut dukungan pemerintah membuat pembelajaran di sekolahnya jauh lebih efektif.
“Guru lebih kreatif, kelas lebih hidup. Anak-anak yang dulu sulit membaca kini berani berpendapat,” ujarnya. Capaian literasi sekolah meningkat signifikan dari 56,67% (2024) menjadi 80% (2025).
Pakar LAMDIK, Anwar Kholil, mengapresiasi langkah Pemkab Malteng yang dinilai sudah bergerak sejalan dengan praktik pendidikan berkelas dunia.
“Pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual bukan hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi global siswa,” jelasnya.
Sementara itu, Provincial Manager INOVASI Maluku, Mus Mualim, menegaskan bahwa fondasi pembelajaran dasar yang kuat akan menjadi pendorong kemajuan ekonomi daerah.
“Transformasi pendidikan yang terjadi tidak hanya mengubah cara belajar anak-anak, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya generasi cerdas, kreatif, dan percaya diri untuk membawa Maluku Tengah semakin maju,” tandasnya. (Jen).
