AMBON,AT-Aksi Damai Bela Palestina digelar oleh Komunitas Pemuda Hijrah Dakwah Maluku di Ambon. Aksi itu diikuti oleh masyarakat yang terdiri, pegiat majlis taklim, mahasiswa serta para pelajar yang turun ke jalan menyuarakan aksi dukungannya untuk membebaskan Al-Aqsa dari tangan zionis Israel.
Mayoritas dari para pelajar menggunakan pakaian hitam. Bahkan ada juga yang menggunakan Bendera Palestina. Hal itu mereka lakukan sebagai bentuk kepedulian dan cinta kita kepada sesama umat beragama, dengan terulangnya kembali tindakan pembantaian Negara Israel kepada warga Palestina yang sudah memakan ribuan korban jiwa.
Aksi damai yang dipimpin Muhamad Jafarenan (Korlap) itu, dimulai dari Masjid Alfurqon Galunggung, Batu Merah, Pasar Mardika sampai Masjid Raya Al-Fatah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon
Jafarenan mengatakan bahwa, aksi damai yang dilakukan hari ini sebagai bentuk rasa cinta dan keperdulian kami sebagai sesama umat muslim terhadap saudara- saudara kita di Negara Palestina yang lagi membutuhkan bantuan serta uluruan tangan dari kami semua.
"Kami warga muslim Kota Ambon berharap aksi hari ini sebagai promotor kepada kota-kota yang lain, sehingga mereka juga bisa merasakan hikmahnya hidup berdamia, hidup penuh dengan rasa kesamaan, hidup penuh dengan rasa solidaritas kepada saudar-saudara kita yang sangat membutuhkan uluran tangan dari kita masing-masing, " teriak Jafarenan saat berorasi, Sabtu (14/10).
Gerakan ini, lanjut Jafarenan, aksi ini betul- betul murni dan independen, tidak ada yang ditunggangi dari pihak manapun.
"Aksi kami ini tidak berunsur politik atau hal-hal yang berkaitan dengan pemilu 2024," tegasnya.
Sementara itu, Ummanisa yang juga tergabung dalam aksi damai mengatakan bahwa, sebagai umat manusia jangan menjadikan ini sebagai suatu permasalahan agama, tetapi kita jadikan ini sebagai masalah kemanusiaan yang mana kita manuisa tidak mungkin mau ditindas dan merampas hak-hak milik kita.
"Sebagai warga Negara Indonesia saya sangat menentang, karena sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 alinea pertama menyatakan bawah, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, " tegasnya.
Untuk itulah, kata dia, kami minta " Tolak dan Hentikan Penjajahan Israel Atas Palestina", karena kita bicara di sini tentang kemanusiaan, rasa kesatuan sebagai umat islam, disana terdap Masjid Al-Aqsa yang merupakan kebanggaan umat di Palestina, sehingga wajib bagi kita untuk membela dan membantu saudara-saudara kita," kata Ummanisa.
Menurutnya, aksi ini bukan karena apa-apa, tetap karena rasa kemanusiaan, keterpanggilan jiwa sebagai saudara seiman.
"Jadi aksi ini murni bukan masalah agama, saya rasa semua agampun pasti menentang penjajahan, seperti yang kita ketahui, sebelum masuknya israel laknatullah ke bumi Palestina, itu antara agama yahudi, kristen maupun dengan islam itu hidup secara damai dan tidak terjadi apa-apa," jelas Ummanisa.
Dikatakan, Israel itu adalah tamu tidak tau diri, sudah diterima dengan baik di Palestian, diperlakukan dengan baik, diselamatkan dari kekejaman Aldolofito tetapi mereka malah merampas tanah dan juga membantai warga Palestina.
Negara Israel itu telah melanggar hukum internasional, dimana diperang itu kita tidak boleh membantai warga sipil, tidak boleh melakukan blokade, tidak boleh mempergunakan senjata, tetapi semua itu mereka gunanakan.
"Mata dunia harus terbuka, media-media jangan mempropaganda, mari sama-sama kita bersatu dan memperjuangakan saudara kita yang ada di Palestina," harap Ummanisah.
Israel adalah pengecut, dan Al-qasad, Al-hamas, kami sangat mendukung, karena mereka adalah bagian dari perjuangan sebagai mana Pejuang-pejuang kita.
"Indonesia juga dulu diperjuangkan oleh para pahlawan, apakah para pahalawan yang memperjuangkan itu kita sebut juga sebagai teroris jika disaat tanah kita direbut, kita ditindas, maka kita berhak untuk melawan, " tutup dia.
Aksi itu berjalan aman dan berakhir di pelataran Masjid Al-Fatah dengan pengawalan aparat kepolisian. (JAR)
Dapatkan sekarang