Komisi I DPRD Bursel Pantau Seleksi P3K
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Buru Selatan Yohan Lesnussa bersama Kepala BKPSDM Kabupaten Buru Selatan Muhamad Solissa saat meninjau pelaksanaan test P3K yang diikuti peserta dari Kabupaten Buru Selatan, Kamis (13/12) kemarin. --Istimewa
FaizalLestaluhu
13 Dec 2024 15:39 WIT

Komisi I DPRD Bursel Pantau Seleksi P3K

NAMRoLE,AT-Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD)  Kabupaten Buru Selatan (Bursel) memantau langsung jalannya pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2024 di lingkup pemerintah daerah setempat. 

Pemantauan ini dilakukan  di gedung Islamic Center, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon yang menjadi lokasi pelaksanaan seleksi P3K, Kamis (12/12).

Dihadapan ratusan peserta, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bursel Yohan Lesnussa mengungkapkan pihaknya berkunjung ke arena seleksi P3K merupakan bagian dari tugas pengawasan. 

“Hari ini kita dari Komisi I berkunjung kesini adalah bagian dari tugas pengawasan kami  di Komisi I sebagai mitra kerja Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bursel,” ujarnya.

Ketua Bapilu DPC PDIP Kabupaten Buru Selatan ini  menegaskan, Komisi I ingin memastikan bahwa proses seleksi berjalan dengan aman, tertib dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

“Itu artinya  bapak/ ibu basudara semua harus berkeyakinan sungguh bahwa yang bisa menyelamatkan bapak/ibu basudara semua dalam proses seleksi ini adalah  bapak ibu basudara sendiri,”ingatnya.

Lesnussa kembali mengingatkan proses dimaksud tidak ada satu orang pun yang bisa mengintervensi kelulusan sebab di nonton oleh masyarakat maupun peserta lainnya lewat live streaming di chanel youtube.

“Tidak ada satu orang pun yang bisa mengintervensi. Bapak ibu sementara tes disini kita bisa lihat di layar dan menonton secara live streaming. Semua mata memandang hasil tes bapak dan ibu sekalian. Kita hanya ingin memastikan itu,"cetusnya.

Peserta seleksi P3K  yang sudah mempersiapkan diri harus yakin, berdoa dan berharap kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk seluruh proses sehingga dapat memberikan hasil terbaik.

“Pertama-tama angka hati untuk Tuhan yang kita sembah bahwa hari ini adalah hari dimana kita mempertaruhkan nasib hidup kita sekalian  untuk jangka waktu yang jauh ke depan. Karena itu berdoalah untuk menguatkan isi pikiran yang nantinya bapak ibu dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di depan computer masing-masing. Jangan percaya siapa-siapaa, yakin Tuhanlah yang bisa menolong kita dalam proses ini. Jang berharap par orang tapi berharap pada Tuhan. Kalau sudah belajar berarti sudah siap mengikuti seleksi,”pintanya.

Ke depan, tambah Lesnussa, Komisi I DPRD Kabupaten Bursel akan mendorong proses seleksi P3K dapat berlangsung di Namrole, agar  para peserta tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar.

“Proses seleksi ini ke depan kita akan dorong untuk dilaksanakan di Kabupaten supaya bapak dan ibu tidak buang-buang anggaran untuk datang ke Ambon. Kita tadi hitung-hitung di luar kalau satu orang dia bawa uang dua juta dikali dua ribu sekian orang  peserta maka perputaran uang yang terjadi di Kota Ambon itu berapa banyak. Tetapi kalua seleksi dilakukan di Bursel maka tidak perlu membuang ongkos yang begitu banyak,” tandasnya 

Sementara itu Kepala BKPSDM Kabupaten Bursel,Muhammad Solissa menyebutkan, seleksi P3K di lingkup pemerintah daerah setempat, diikuti 2.303 peserta.

“Untuk hari ini sesi ke dua itu diikuti 450 peserta dan untuk sesi ketiga 500 peserta dan akan dilanjutkan pada besok hari,”terangnya.

Dikatakan, apa yang menjadi harapan Komisi I  agar  ke depan proses seleksi P3K dapat digelar di Namrole, Ibu kota Kabupaten Bursel, harus dibarengi dengan penyediaan perangkat dan kelengkapan yang mesti disediakan oleh Pemkab Bursel. 

“Ke depan sesuai harapan dari Ketua Komisi I, mudah-mudahan pelaksanaan tes selanjutnya nanti  di tahun-tahun berikut bisa dilaksanakan di Namrole setelah semua peralatan dan kelengkapan  disediakan oleh pemerintah daerah,”tuturnya.  

Ia berharap dari formasi P3K yang disediakan dalam proses seleksi dimaksud, dapat terisi seluruhnya.

“Harapan kita dari formasi 1.000 yang disediakan mudah-mudahan seluruhnya dapat terisi dengan baik. Dan memang skala prioritas untuk  kategori dua (K2) juga mudah-mudahan bisa terisi,” tutupnya. (Edy) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai