Kominfo SBT Tarik Kalender Tanpa Foto Wabup,Kadis:Kami Mohon Maaf 
QuBisaAdmin.com
21 Aug 2024 21:18 WIT

Kominfo SBT Tarik Kalender Tanpa Foto Wabup,Kadis:Kami Mohon Maaf 

BULA,AT--Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kabupaten Seram Bagian Timur (SBT)  kembali menarik semua kalender yang terlanjur disebarkan. Penarikan itu lantaran semua foto dalam kalender tersebut tanpa terpampang foto wakil bupati Idris Rumalutur.

Hal itu menjadi persoalan setelah kalender dibagikan di momen upacara HUT RI ke-79 di lapangan Pancasila, kota Bula, Sabtu (17/8) lalu.Persoalan itu muncul dari beberapa pihak dan sempat viral di media sosial (medsos). 

Plt Kepala diskominfo SBT M. Syukur Kilwarany mengatakan, telah melakukan penarikan dari beberapa tamu yang hadir pada saat HUT RI. Ia memastikan upaya penarikan dari semua tamu undangan yang datang.

Dirinya menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan atas nama Diskominfo terkait penerbitan kalender yang berujung polemik terutama kepada Wakil bupati Idris Rumalutur selaku pihak yang dianggap disudutkan dengan penerbitan kalender tersebut. 

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada basudara sekalian dan juga kepada pak Idris Rumalutur selaku wakil Bupati, ada 100 kalender yang dicetak, dan beberapa sudah kami tarik," ucapnya dalam konferensi pers di kantor Diskominfo SBT, Rabu (21/8/2024). 

Kilwarany mengaku,penerbitan kalender itu tidak dimaksudkan untuk menyudutkan atau mendiskreditkan siapapun termasuk Wakil bupati Idris Rumalutur. Namun, apa yang dipersoalkan merupakan bentuk kekhilafan dan sesuatu yang tidak disengaja. 

"Kami mengucapkan permohonan maaf secara pribadi maupun kedinasan ini bukan kesengajaan yang ingin kami lakukan untuk menyudutkan dan mendeskreditkan pak Idris selaku Wakil bupati. Ini mungkin satu hal yang kami khilaf karena pada kalender tersebut tidak mencantumkan tanggal periodisasi sehingga menjadi multitafsir di kalangan masyarakat apalagi pada saat ini adalah tahun-tahun di mana kita memasuki tahun politik, " ucapnya. 

Persoalan ini kata dia,tidak ada kaitan dengan kepentingan politik. Ia pun kembali menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian yang dilakukan stafnya dan memastikan akan menjadikan masalah tersebut sebagai pelajaran dan bahan evaluasi ke depannya. 

"Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran yang terbaik bagi kami untuk kedepannya membuat evaluasi terkait dengan setiap produk yang dikeluarkan harus ada koordinasi yang intens sehingga tidak menyalahi atau tidak membuat ketersinggungan diantara sesama,"(JU).

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai