Fenanlampir : Mereka Buat Sejarah di Pentas Nasional
KUDUS,AT-Kontingen Kempo Maluku resmi mengunci posisi tiga besar dalam perhelatan PON Beladiri Kudus, Jawa Tengah (Jateng) yang berlangsung di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, sejak 18 hingga 21 Oktober 2025.
Pasukan Seribu Pulau mengakhiri kompetisi dengan torehan 3 medali emas dan 1 perunggu, sekaligus hasil yang melampaui target awal mereka.
Sementara itu, pasukan ibu kota, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum pertama dengan mengoleksi 7 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Disusul Jawa Barat dengan mengoleksi 3 medali emas dan 2 perak.
Nusa Tenggara Timur yang selalu mendominasi di cabor Kempo, harus tercecer di peringkat keempat dengan mengumpulkan 2 medali emas, 3 perak dan 7 tujuh perunggu. Sedangkan Kalimantan Timur melengkapi lima besar dengan koleksi 2 medali emas, 3 perak dan 5 perunggu.
Pelatih Kempo PON Beladiri Maluku, Senpai Ferry Tarehy merasa bangga dengan perjuangan Yamin Rahayaan dan kawan-kawan di ajang berskala nasional ini.
"Puji Tuhan, bisa juara umum tiga atau masuk tiga besar di klasemen akhir, ini melebihi target. Ini pencapaian luar biasa,” ujar Fery kepada Ambon Ekspres di Kudus, Kamis (22/10).
Senpai Ferry menyebut, semangat tinggi para atlet sudah terlihat sejak hasil ajang ini dimulai.
“Anak-anak (atlet) sedang on fire. Mereka berjuang keras dan latihan keras, itu kunci kami bisa membawa pulang 3 emas dan 1 perunggu hingga menembus juara umum tiga,” tegang.
Ferry menilai, petarung Maluku membuktikan bahwa semangat dari timur pun mampu bersinar di panggung nasional.
"Bagi saya ini prestasi yang luar biasa. Kami berlatih hanya satu bulan menuju ajang ini. Tapi hasilnya bisa kita lihat hari ini (juara umum tiga). Terimakasih atas doa semua warga Maluku ditambah dukungan dari pengurus KONI Maluku, " demikan Ferry.
Albert Fenanlampir, Komandan Pengendali PON Beladiri Maluku menerangkan, rangkaian pertandingan Shorinji Kempo berlangsung sengit dan penuh kejutan.
"Dari arena randori hingga embu, muncul banyak wajah baru yang memperlihatkan teknik, ketenangan, dan semangat juang tinggi khas bela diri asal Jepang tersebut, " nilai dia.
Albert menuturkan, cabor kempo dan silat telah membuat sejarah baru di pentas olahraga nasional.
"Koleksi 6 medali dari cabor kempo dan silat merupakan sejarah baru karena untuk kali pertama silat meraih 2 medali perunggu, begitupun dengan Kempo yang berhasil membawa pulang 3 medali emas dan 1 perunggu. Terimakasih untuk perjuangan ini. Mereka telah mengharumkan nama Maluku di kancah nasional," tutup mantan Sekum KONI Maluku ini. (Cal)
Dapatkan sekarang