Fenanlampir : Biarkan Cabor Gelar Pelatda Mandiri
AMBON, AT-Alberthus Fenanlampir, Ketua Pengprov Wushu Indonesia Maluku menyayangkan program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) menuju babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) belum juga digelar oleh KONI Maluku hingga detik ini.
Pasalnya, jadwal Pra PON sudah mulai bergulir bulan depan.
“Tentu kecewa karena belum digelar. Harusnya, pemerintah dan KONI Maluku harus bisa kerja sama dengan baik. Ini demi prestasi atlet di Pra PON nanti,Pelatda harus dilanjutkan kembali,” ucap Fenanlampir saat bincang-bincang dengan media ini di Ambon, Selasa (2/5) pagi.
Jika kondisinya seperti ini, lanjut Fenanlampir, mendingan program Pelatda Pra PON Indoor itu ditiadakan saja karena waktu pelaksanaan Pra PON sudah dekat dan akan buang-buang anggaran.
"Ada baiknya, anggaran untuk Pelatda diberikan kepada pengprov cabor untuk melaksanakan persiapan atlet secara mandiri dan hasilnya juga bisa maksimal, " usul Fenanlampir.
Saat ini, kata mantan Sekum KONI Maluku ini, porsi latihan atlet tidak karena memang KONI tidak punya program menuju event berskala nasional tersebut.
"Bagaimana mau merebut tiket PON kalau program untuk mewujudkan target itu tidak jelas. Sementara atlet dituntut untuk merebut tiket di Pra PON, "ucapnya dengan nada kecewa.
Sebenarnya, tutur teknokrat olahraga ini, program Pelatda sangat penting saat-saat ini. Mengingat sejumlah kejuaraan yang menjadi syarat bisa tampil di PON Aceh-Sumut 2024 sudah didepan mata.
"Mustahil target medali emas bisa terwujud jika programnya tidak dijalankan. Program pelatda sangat besar dampaknya untuk kualitas atlet. Karena porsi latihan, nutrisi atlet dan yang lainnya sangat terjaga dengan baik. Nah, karena waktunya sudah mepet, jadi serahkan kepada cabor untuk melaksanakan Pelatda secara mandiri. Itu solusinya, jadi jangan mimpi lagi untuk menggelar Pelatda Pra PON Indoor, " ujarnya.
Fenanlampir mengatakan, para pengambil keputusan di KONI Maluku harus membangun kerja sama yang baik dengan pengprov cabor.
"Jangan sampai atlet yang dikorbankan, padahal sudah berjuang dengan keringat dan bahkan darah, " jelasnya.
Fenanlampir pun yakin bahwa, kondisi kebugaran tubuh atlet saat ini sudah mulai menurun. Sementara atlei.
“Kalau nomor pertandingan, biasanya atlet dituntut punya kekuatan yang lebih. Sehingga porsi makan pun harus lebih dari atlet yang lainnya. Tapi kenyataannya sekarang ini tidak demikian, karena program tak jelas” katanya.
Diakhir pembicaraan, Fenanlmpir pun berpesan agar pengurus KONI harus pintar cari anggaran dan jangan terlalu berharap pada dana hibah. Kemudian, jangan lagi menggelar Pelatda Indoor, itu buang anggaran.
"Ya, kalau tidak tahu cari anggaran, maka acuannya ada di Undang-undang nomor 3 Tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional," tutup pria murah senyum ini. (CAL)
Dapatkan sekarang