Kendalikan Harga, Pemkab Bursel Gelar Operasi Pasar
Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily dan Sekda Umar Mahulette didampingi sejumlah pimpinan OPD saat melakukan operasi pasar disejumlah pasar dalam Kota Namrole. Nampak Wakil Bupati sementara mengamati dengan jelas beras yang dijual pedagang di Pasar Kai Wait Kota Namrole Selasa (12/9) . --Edy/Ameks.
FaizalLestaluhu
12 Sep 2023 21:08 WIT

Kendalikan Harga, Pemkab Bursel Gelar Operasi Pasar

NAMROLE,AT-Pemerintah Kabupaten Buru Selatan terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pangan dan memastikan ketersediannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berbagai kebijakan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan masyarakat diterapkan dan dievaluasi seiring dengan pemberlakuannya. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah melakukan Operasi Pasar (Opas) . Hal itu dilakukan, mengingat dalam beberapa minggu terakhir ini, harga sembako mengalami kenaikan di pasaran serta jenis barang kebutuhan lainnya

Wakil Bupati Bursel, Gerson Elieser Selsily menerangkan, kegiatan Opas ini bertujuan untuk menjaga stok kebutuhan pokok,  serta memantau  harga-harga barang. Langkah ini  juga untuk mengantisipai dampak kemarau panjang atau Elinno yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Maluku yang  berdampak pada naiknya sejumlah kebutuhan masyarakat  

“Jadi dalam hubungannya  dengan  Elnino atau kemarau panjang,  pemerintah daerah harus  turun untuk mengecek harga-harga  barang, ketersedian stok kebutuhan massyarakat di masing-masing pasar dalam Kota Namrole sehingga  konsumen atau masyarakat yang datang untuk membeli kebutuhan mereka dengan harga terjangkau,” ujar Selsily kepada media ini disela-sela kegiatan Opas di Pasar Kai Wait, Selasa (12/9) . 

Dikatakan, Pemkab  Bursel berkewajiban untuk mengecek ketersedian  kebutuhan masyarakat dan juga harga di pasaran .

“Hasil pemantauan di  Pasar, semua harga masih terjangkau dan normal,” ujarnya. 

Selsily yang juga orang nomor dua di Kabupaten Buru Selatan ini mengakui, ada beberapa kebutuhan masyarakat pada beberapa minggu terakhi mengalami kenaikan harga.

“Memang ada beberapa stok barang maupun hasil-hasil pertanian yang lain di minggu-minggu kemarin, harganya naik. Tetapi saat kita sidak tadi ada yang sudah turun.  Kenaikan itu   karena masalah transportasi ,” akuinya. 

Persoalan transportasi, kata Selsily, diakibatkan  masalah cuaca yang memengaruhi   distribusi  barang menjadi terganggu. Akibatnya  stok berkurang yang berdampak  pada kenaikan  harga.

“Permintaan banyak ketersedian barang sedikit. Sekarang  harga yang naik kemarin sudah  turun. Contoh  Beras yang  kemarin Rp 14.700/kg  turun menjadi Rp 13.000 bahkan beras yang lain dari Rp 16.000 turun menjadi Rp Rp 15.000. Ada juga untuk kebutuhan-kebutuhan lain,” rincinya.

Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, kata Selsily, mencoba perlahan-lahan untuk memperbaiki hal ini.

“Mudah-mudahan kerja keras OPD teknis dalam rangka mempersiapkan petani untuk mengelola lahan mereka  dengan berbagai tanaman baik tanaman hortikultura maupun hasil perkebunnan sehingga kedepan, dapat  memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” harapnya menutup pembicaraan. (ESI)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai