NAMROLE,AT-Pemerintah Kabupaten Buru Selatan terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pangan dan memastikan ketersediannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berbagai kebijakan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan masyarakat diterapkan dan dievaluasi seiring dengan pemberlakuannya. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah melakukan Operasi Pasar (Opas) . Hal itu dilakukan, mengingat dalam beberapa minggu terakhir ini, harga sembako mengalami kenaikan di pasaran serta jenis barang kebutuhan lainnya
Wakil Bupati Bursel, Gerson Elieser Selsily menerangkan, kegiatan Opas ini bertujuan untuk menjaga stok kebutuhan pokok, serta memantau harga-harga barang. Langkah ini juga untuk mengantisipai dampak kemarau panjang atau Elinno yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Maluku yang berdampak pada naiknya sejumlah kebutuhan masyarakat
“Jadi dalam hubungannya dengan Elnino atau kemarau panjang, pemerintah daerah harus turun untuk mengecek harga-harga barang, ketersedian stok kebutuhan massyarakat di masing-masing pasar dalam Kota Namrole sehingga konsumen atau masyarakat yang datang untuk membeli kebutuhan mereka dengan harga terjangkau,” ujar Selsily kepada media ini disela-sela kegiatan Opas di Pasar Kai Wait, Selasa (12/9) .
Dikatakan, Pemkab Bursel berkewajiban untuk mengecek ketersedian kebutuhan masyarakat dan juga harga di pasaran .
“Hasil pemantauan di Pasar, semua harga masih terjangkau dan normal,” ujarnya.
Selsily yang juga orang nomor dua di Kabupaten Buru Selatan ini mengakui, ada beberapa kebutuhan masyarakat pada beberapa minggu terakhi mengalami kenaikan harga.
“Memang ada beberapa stok barang maupun hasil-hasil pertanian yang lain di minggu-minggu kemarin, harganya naik. Tetapi saat kita sidak tadi ada yang sudah turun. Kenaikan itu karena masalah transportasi ,” akuinya.
Persoalan transportasi, kata Selsily, diakibatkan masalah cuaca yang memengaruhi distribusi barang menjadi terganggu. Akibatnya stok berkurang yang berdampak pada kenaikan harga.
“Permintaan banyak ketersedian barang sedikit. Sekarang harga yang naik kemarin sudah turun. Contoh Beras yang kemarin Rp 14.700/kg turun menjadi Rp 13.000 bahkan beras yang lain dari Rp 16.000 turun menjadi Rp Rp 15.000. Ada juga untuk kebutuhan-kebutuhan lain,” rincinya.
Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, kata Selsily, mencoba perlahan-lahan untuk memperbaiki hal ini.
“Mudah-mudahan kerja keras OPD teknis dalam rangka mempersiapkan petani untuk mengelola lahan mereka dengan berbagai tanaman baik tanaman hortikultura maupun hasil perkebunnan sehingga kedepan, dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” harapnya menutup pembicaraan. (ESI)
Dapatkan sekarang