Keluarga Minta Jenazah Nazira Tomu Diautopsi
Ilustrasi autopsi.
FaizalLestaluhu
08 Jan 2024 15:48 WIT

Keluarga Minta Jenazah Nazira Tomu Diautopsi

AMBON,AT-Nazira Tomu (18), warga Batu Tagepe,  RT 06 RW 16 Lorong Putri, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon diduga korban pembunuhan. Olehnya itu, ibu korban, Biduri Kaisupy meminta jenazah putrinya diautopsi.

Nazira Tomu ditemukan tak bernyawa di hutan Air Besar (Arbes), Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (6/1/2) sekira pukul 16.00 WIT. Mayat wanita ini ditemukan oleh tiga orang remaja, Julkifli Inta (14 tahun), Hailangga Mole (15 tahun), dan Samsul Sampuala (15 tahun) dalam pososi telentang di samping pos pemantau kehutanan.

Saat itu, para saksi sedang menuju tempat pemandian Arbes. Kemudian singgah sebentar di pos Kehutanan untuk berfoto.

Ketiga saksi terkejut melihat sesosok perempuan yang sedang tidur. Setelah mendekat, mereka mencium bau busuk dan langsung terkejut ternyata perempuan tersebut sudah meninggal.

Kemudian para saksi turun ke tempat pemandian Arbes dan langsung melaporkan kepada warga untuk menghubungi Kanit Bimas Polsek Sirimau melalui telepon genggam.

Sekira pukul 18.10 WIT, personil Polsek Sirimau dipimpin Kapolsek, serta didampingi KSPK II tiba di lokasi kejadian (TKP) dan langsung mengamankan TKP serta memasang garis polisi. Pada pukul 19.30 WIT, Unit Identifikasi Polresta Ambon, tiba dan mngevakuasi mayat untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tantui.

Kepala Seksi Humas Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Janete Luhukay mengatakan, berdsarkan hasil penyelidikan, korban bernama Nazira Tomu, yang berusia 18 tahun. Ibu korban bernama Biduri Kaisupy.

Kepada polisi Biduri menuturkan, anaknya telah pergi dari rumah sejak Kamis (4/1) sore di kawasan Kanawa.

"Setelah itu dan tidak ada lagi komunikasi dengan orang tua korban," kata Janete. 

Berdasarkan hasil visum luar oleh dokter Monika, tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan kekerasan pada tubuh korban dari area leher hingga kaki. Begitu pula bagian punggung hingga belakang betis kaki yang mengalami kekerasan.

Sementara wajah korban sudah hancur. Tim kamar jenazah RS Bhayangkara menemukan banyak belatung di wajah korban.

" Tampak bekas patah pada area rahang gigi bagian atas hingga ke tulang hidung (disampaikan oleh dokter bahwa patah pada bagian rahang gigi bagian bawah atau akibat penganiayaan,"ungkap Janete.

Polisi belum menemukan motif pembunuhan Nazira Tomu. Pengembangan dari sejumlah saksi-saksi juga masih terus dilakukan.

"Masih dalam penyelidikan," ucap Kompol La Bely, Kasat Reskrim Polresta Ambon, Minggu (7/1) kemarin.

BONGKAR POS PEMANTAU KEHUTANAN

Sementara itu, warga setempat meminta agar pos pemantauan kehutanan dan rumah hijau milik Dinas Kehutanan Provinsi Maluku di pegunungan Arbes itu segera dirobohkan. Pasalnya, pos tersebut kerap dijadikan lokasi pacaran, pembuangan janin bayi dan perkelahian anak muda, serta tidak difungsikan dengan baik. 

"Pos ini banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. Banyak kejadian di tempat ini. Tidak ada petugas yang jaga.  Dibiarkan begitu saja, tanpa dipagari. Anggaran dibuang percuma untuk pembangunan ini. Kami minta pos dirobohkan saja," pinta AM, salah satu warga Kahena kepada media ini di lokasi penemuan mayat.  

Sumber tersebut mengungkapkan, sudah beberapa kali kejadian pos pemantauan kehutanan.

"Tempat ini pernah ditemukan janin bayi yang dibuang. Kemudian masalah perkelahian saat pasangan muda mudi pacaran, pemukulan hingga sang cowok patah tangan, dan hari ini penemuan mayat. Mereka mau datang bikin apa di pos ini kalau bukan untuk pacaran?. Makanya pos ini membawa bencana. Kalau ada petugas yang jaga, tidak mungkin ada orang pacaran dan terjadi seperti ini,"  kesalnya. (Ely/Hab) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai