AMBON,AT.--Kelas Kebal Hoaks yang digagas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO) dan SiberKreasi akhirnya dapat dilaksanakan di Ambon. Kegiatan yang dihelat di Hotel Golden Palace, Kamis (1/9) diikuti puluhan peserta dari sejumlah komunitas dan organisasi.
Kelas ini bertujuan mengedukasi masyarakat untuk menggunakan alat dan metode periksa fakta secara sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, agar masyarakat memiliki kemampuan memahami dan menganalisa suatu pemberitaan atau informasi sehingga terbentuk kesadaran untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai dan internet.
Direktur Jenderal Aplikasi Informasi (Ditjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkoinfo) Samuel Abrijani dalam sambutannya mengatakan, angka indeks literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada 3,49 dari skala 5 harus ditingkatkan.
“Olehnya itu, menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat dengan kemampuan literasi digital agar selalu siap mengawal percepatan transformasi digital nasional,”kata Samuel.
Kelas Kebal Hoaks ini melibatkan Adi Syafitrah, Pemeriksa Fakta MAFINDO, dan Rusda Leikawa, Koordinator MAFINDO Wilayah Maluku sebagai narasumber.
Leikawa memaparkan gambaran umum terkait kerja-kerja MAFINDO, defenisi hoaks, latar belakangan permasalahan, dampak negatif hoaks serta bagaimana dan kemana mencari klarifikasi atas informasi meragukan yang beredar.
Sedangkan Adi Syafitrah memaparkan teknik verifikasi konten editan dan foto, serta teknik verifikasi video dan lokasi. Peserta aktifa bertanya dan berdiskusi selama berlangsungnya kelas.
Selain teori, kelas kebal hoaks juga menyediakan sesi praktik. Peserta dibagi menjadi lima kelompok, yang didampingi fasilitator dan tiga pendamping kelas lainnya yakni Mark Ufie, Rival Z.N. Sakti dan Soleman Pelu.
Rusda sangat berharap usai kegiatan ini, peserta dapat menularkannya kembali ke komunitas masing-masing.
“Kami berharap usai kegiatan ini peserta dapat membangun daya berfikir kritis dalam menerima setiap informasi yang belum jelas, serta bisa membedakan mana hoak dan bukan”, kata dia.
Kelas kebal hoaks pertama di Ambon ini, diikuti puluhan peserta. Berasal dari sejumlah komunitas dan organisasi mahasiswa, yakni KPA Galeri Ambon, RMI Maluku, Wanita Penulis Indonesia (WPI) Ambon, YPPM Maluku, Yayasan Pohon Sagoe Maluku, Forum Lingkar Pena, Jurnalis Warga (JW) Ambon, AJI Ambon, Bengkel Sastra Maluku, IMM, PMII, GMKI, GMNI, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Maluku, perwakilan BEM, pemuda dan relawan MAFINDO Maluku. (tab)
Dapatkan sekarang