AMBON,AT-Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Hendrik Lewerissa melalui Kasrul Selang, Asisten II Gubernur Maluku resmi membuka Kejuaraan karate Garuda Yaksa Championship (GYC) edisi keempat di Sport Hall Karang Panjang, Sirimau, Kota Ambon, Senin (15/9) pagi.
Tercatat, ada 930 karateka dari 23 dojo yang ambil bagian di ajang berskala daerah itu.
Lewerissa dalam sambutannya yang dibacakan Kasrul menyampaikan, pemerintah daerah menilai kegiatan ini harus setiap tahunnya digelar, karenanya kami memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus Forki karena ditengah-tengah kesibukanya masih sempat melakukan event karate terbuka ini.
“Kami berharap melalui kejuaraan ini nanti akan lahir bibit-bibit karateka Maluku yang bisa mengukir prestasi di kancah nasional dan bahkan internasional, " ungkapnya.
Dia juga berharap kepada wasit juri, selain mampu menjadi wasit juri yang baik, juga dapat memberikan edukasi kepada atlet, dan para official serta pelatih berakitan dengan regulasi yang terbaru.
"Ajang ini sebagai wujud pembinaan prestasi olahraga, dan sekaligus motivator penggerak penggairahaan masyarakat untuk berolahraga," katanya.
Lebih jauh dikatakan, kejuaraan ini jangan berhenti sampai disini, akan tetapi harus digelar secara rutin sebagai ajang kompetisi para atlet karateka diseluruh wilayah Maluku untuk mengukur sekaligus melakukan evaluasi para karateka sejauh mana kemajuannya selama berlatih.
"Ajang uji coba maupun melakoni sebuah kejuaraan bagi seorang atlet itu penting, seperti halnya yang dilakukan karateka yang selalu mengikuti kejuaraan di kancah lokal, regional, nasional maupun internasional, " jelasnya.
Kata dia, kita bersyukur karena capaian prestasi atlet karate asal Maluku terus mengalami peningkatan dari masa ke masa sebagai organisasi karate yang telah teruji oleh waktu dan peristiwa.
"Tentunya dengan keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak sebab keberhasilan tidak pernah menjadi sebuah capaian pribadi juga tidak pernah menjadi sebuah capaian suatu kelompok melainkan selalu menjadi milik bersama," ucapnya.
Hal yang paling penting, menurutnya, adalah karena peran penting seluruh pengurus tingkat daerah yang memiliki peran penting dalam mencari, membina serta mengembangkan potensi-potensi atlet di Masing-masing dojo atau perguruan.
"Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih segenap pengurus Forki dan panitia atas waktu dan tenaganya untuk mewujudkan kegiatan kali ini. Kami berkomitmen untuk selalu mendukung seluruh kegiatan yang dimaksudkan untuk menunjang prestasi para atlet baik itu dalam bentuk kejuaraan dan perwasitan hingga ujian kenaikan sabuk. Semoga setiap proses yang dilalui oleh hari ini akan berbuah baik kepada kita semua di masa yang akan datang, " harap dia.
Terakhir, dia berharap kepada para atlet karate peserta kejuaraan ini, bertandinglah dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas, dan senantiasa menjaga silaturahmi sesama atlet dari manapun asalnya.
"Selamat bertanding dan selamat menjalankan seluruh rangkaian kegiatan pertandingan secara sportif, gunakan ambisi sebagai motivasi jangan sungkan untuk saling mengevaluasi dan yang terpenting tetap jaga solidaritas," kuncinya.
Sementara itu, Jopie Angwarmase, Ketua Panitia GYC menuturkan, kejuaraan ini sudah dijadikan sebagai agenda tetap Forki Maluku dan tahun ini sudah kami gelar untuk keempat kalinya.
"Semoga GYC bisa jadi sarana yang tepat untuk menelorkan atlet berprestasi yang bisa mewakili Maluku di pentas nasional, seperti PON Beladiri 2025 nanti, " harap dia.
Jopie juga berharap, melalui kejuaraan ini bisa melahirkan karateka-karateka berprestasi, baik di kancah regional, nasional dan internasional.
"Dengan rutinnya kejuaraan, maka akan menelorkan karateka-karateka yang bisa berprestasi di setiap level kompetisi," ujarnya.
Dijelaskan, event berskala daerah ini digelar selama tiga hari, dimulai tanggal 15 sampai 17 September. Tujuannya untuk menggali potensi atlet karate di Maluku.
"Dengan semangat dari pengurus Forki dan lewat sebuah perjuangan dari Teman-teman panitia, maka hari ini event bisa dilaksanakan," ucapnya.
Pria murah senyum ini pun yakin dan percaya bahwa, kepengurusan Forki dibawah kendali Pak Hendrik (Lewerissa) memiliki semangat dan sebuah keikhlasan dalam memutar event ini.
"Saya memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung event yang digelar selama dua hari kedepan. Khusus untuk seluruh karateka, terus junjung tinggi janji sumpah karate, junjung tinggi semangat yang sudah tertanam yang sudah diberikan oleh para pelatih. Bertanding lah secara sportif. Kalah dan menang adalah hal yang wajar dalam sebuah pertandingan, yang terpenting adalah silaturahmi harus tetap dijaga," demikian Jopie. (Cal)
Dapatkan sekarang