Jingga Delviana, Siswa MA  Ar-Rahman Limboro Terpilih Ikut Parlemen Remaja DPR 2025
FaizalLestaluhu
01 Sep 2025 12:13 WIT

Jingga Delviana, Siswa MA  Ar-Rahman Limboro Terpilih Ikut Parlemen Remaja DPR 2025

AMBON, AT-Jingga Delviana, biasa disapa Jingga, adalah siswa Madrasah Aliyah Ar-Rahman Limboro,  Kecamatan Huamual,  Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. 

Jingga saat ini duduk di bangku kelas XI. Ia tergolong siswa aktif, berprestasi, rajin mengikuti beragama kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler yang diselenggarkan di Madrasah maupun di luar Madrasah. 

Di awal tahun ini, ia didaulat menjadi wakil Ketua OSIM (Organisasis Siswa Intra Madrasah) setelah menyisihkan dua pasangan lainnya dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM tahun 2025. Berbekal pengalaman keorganisasian di Madrasah, ia kemudian merambah diri, mencoba sesuatu yang baru.

Jingga pun tertarik untuk bergabung dalam organisasi di luar Madrasah yakni KPI (Kata Pelajar Indonesia), sebuah wadah perkumpulan yang ia jadikan sebagai tempat menimbah ilmu, menambah wawasan, pengalaman, serta tempat berbagi praktif baik. 

Bersekolah di pelosok, jauh dari pusat kota,  tidak menyurutkan semangat Jingga untuk belajar, dan berprestasi. Ia telah membuktikan keterbatasan fasilitas, sarana dan prasarana belajar tidak membatasinya untuk terus mengukir prestasi. 

Keaktifan Jingga di dunia perkumpulan menjadikan ia selalu tertarik untuk mencari tantangan dan pengalaman baru, salah satunya melalui kegiatan Parlemen Remaja.

"Parlemen Remaja merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai wahana pendidikan demokrasi bagi kalangan remaja. Juga untuk meningkatkan pemahaman para remaja tentang bagaimana proses demokrasi dan proses politik bekerja di Negara ini.

"Selain itu dapat lebih mengenalkan para remaja mengenai DPR RI sebagai Lembaga Negara yang melaksanakan fungsi politik baik di bidang legislasi, anggaran dan pengawasan,"kata Jingga kepada Ambon Ekspres melalui  rilisnya, Minggu (31/8).

Jingga menuturkan, semula ia dapatkan informasi kegiatan Perlemen Remaja di media sosial Tiktok dan Instagram pada awal Juli 2025. Dari informasi itu, ia kemudian terus menggali agar terhimpun informasi yang valid dan akurat. 

Ia membangun komunikasi dengan relasi yang telah ia punya, termasuk dengan mereka yang pernah ikut kegiatan serupa periode sebelumnya. 

Hal yang juga dilakukan oleh Jingga adalah meminta masukan dan bimbingan langsung dari gurunya, juga restu Kepala Madrasah Aliyah Ar-Rahman Limboro. 

"Tentu pihak Madrasah sangat mendukung keikutsertaan saya dalam Parlemen Remaja 2025,"jelasnya.


Pihak Madrasah kemudian menunjuk Atikah Fitri Daud,  salah satu guru di MA Ar-Rahman Limboro untuk secara khusus memberikan pendampingan pada Jingga selama tahapan-tahapan seleksi itu dilaksnakan.  Mendapat restu dari Madrasah bukan berarti tahapannya telah selesai. 

Tantangan berikutnya justru ada pada orang tua Jingga. Ketika ia mengutarakan keinginannya untuk ikut mendaftar sebagai peserta Parlemen Remaja 2025, ia mendapat penolakan dari ayah dan ibunya. 

Tentu penolakan itu masih sangat dimaklumi, Jingga adalah anak gadis remaja belum punya pengalaman bepergian keluar provinsi, kalau pun pernah keluar daerah itu hanya sebatas di Ambon dan Maluku Tengah. 

Apalagi jika lulus seleksi Parleman Remaja 2025, kegiatannya akan dilaksanakan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat-- sebuah daerah yang jauh di barat Indonesia.  "Itulah yang menjadi kegundahan orangtua saya,"akuinya.

Mendapat penolakan dari orang tua, tenyata tidak menyurutkan semangat Jingga untuk ikut Parlemen Remaja 2025.  Beberapa kali ia berusaha meyakinkan ayah ibunya, dan usaha itu pada akhirnya membuahkan hasil, Jingga memperoleh restu mereka. 

Setelah beragam infromasi ia kumpulkan, restu orang tua dan madrasah telah ia kantongi, awal bulan Agustus 2025 Jingga kemudian membulatkan tekad untuk ikut dan berani mendaftarkan diri pada ajang Parlemen Remaja 2025.

 Seluruh persyaratan yang menjadi kriteria penilaian ia kerjakan; mulai dari membuat Curricullum Vitae (CV), menulis essay yang ia beri judul “Generasi Pembaru Energi, Menuju Indonesia Bebas Emisi”, dan terakhir membuat Video Presentasi. 

Persyarat-persyaratan itu ia tuntaskan dengan segera.  Selain itu, syarat administrasi yang harus ia penuhi antara lain: surat keterangan sehat Puskesmas setempat, surat pernyataan siap mengikuti seluruh kegiatan, surat izin orang tua yang diketahui oleh kepala Madrasah/sekolah, salinan kartu tanda siswa, dan mengisi biodata pada situs resmi Parlemen Remaja: https://parlemenremaja.dpr.go.id/.

Kerja keras Jingga menyiapkan diri menjadi peserta Parlemen Remaja pada akhirnya berbuah manis. "Saya  terpilih menjadi satu dari dua orang yang akan mewakili Maluku dalam ajang Parlemen Remaja 2025,"ungkapnya penuh bangga.

Jingga nanti akan bersama dengan 138 orang remaja lain se-Indonesia.  Kegiatan ini nanti akan dilaksanakan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 15-20 Sepetember 2025. (Yudi) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai