Jelang Muswil PAN, Widya Tak Takut Dijegal
Widya Pratiwi Murad.
FaizalLestaluhu
16 Jan 2025 08:29 WIT

Jelang Muswil PAN, Widya Tak Takut Dijegal

Tuarita : Kader Jangan Bikin Gaduh

AMBON,AT-Dinamika di internal Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku memanas menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil). Saling jegal lewat opini publik pun mencuat. 

Widya Pratiwi coba dijegal dengan isu gagal membawa kemenangan bagi Murad Ismail-Michael Wattimena, pasanga calon gubernur dan wakil gubernur yang didukung PAN. Sebagai Ketua DPW PAN dan ketua tim pemenangan, Widya dinilai bertanggung jawab atas kekalahan Murad - Michael, yang berada di urutan ketiga porelahan suara dari tiga kontestan.

Di sisi lain, beberapa kader yang disinyalir membelot dari rekomendasi PAN, dan mendukung pasangan Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath didorong maju merebut posisi ketua PAN Maluku.
Menanggapi dinamika tersebut, Sekretaris DPW PAN Maluku, Haerudin Tuarita mengatakan, kekalahan Pilgub Maluku tidak bisa menjadi alasan menilai Widya gagal memimpin PAN. Sebab, buktinya tujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati yang direkomendasikan PAN menang Pilkada, yakni Buru, Buru Selatan, Bursel, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya dan Maluku Tenggara.

"Jadi, secara persentasi, masih dikatakan berhasil. Kita hanya kalah di empat daerah,"kata Tuarita kepada Ambon Ekspres, Rabu (15/1).

Selain itu, keberhasilan dan kegagalan seorang ketua partai politik tidak ditentukan lewat Pilkada.

"Pilkada itu bukan suatu alasan untuk mengatakan seseorang gagal memimpin partai, karena keberhasilan partai itu diukur di Pileg. Sebagimana dikatakan oleh Ketum Umum saat Bimtek beberapa waktu lalu, bahwa Pilkada itu ibarat suatu pertempuran, peperangan kita dalam Pileg,"tegas Tuarita.

Menurut Haerudin, semua kader yang merasa sanggup dan memenuhi syarat, memiliki kesempatan yang sama untuk memperebutkan kursi ketua DPW PAN Maluku. Olehnya itu, tidak elegan jika ada pihak yang mencoba menjegal Widya dengan alasan yang tidak tepat.

"Masing-masing orang punya hak demokrasi. Kalau ada (kader) yang merasa mampu mengawal aspirasi masyarakat lewat PAN, ya silakan. Ibu (Widya-red) orangnya fleksibiel. Silakan saja mengikuti mekanisme. Bahwa layak atau tidak layak, itu soal opini setiap orang, dan relatif karena waktulah yang akan membuktikan terbaik atau tidak,"ungkapnya.

Widya tentu punya kesiapan untuk maju sebagai calon ketua DPW PAN Maluku. Namun, Wildya juga memberikan kesempatan yang sama bagi kader-kader untuk iikut bertarung.

"Menghadapi Muswil, silakan bagi teman-teman yang merasa diri kader terbaik, ya silakan berpartisipasi. Tapi saran dari ibu Widya adalah menjaga soliditas dan solidaritas internal, kita mengawal proses politik agar bisa solid untuk membangun PAN dan Maluku ke depan,"jelasnya.

Meski Pilkada telah usai, kata Haerudin, PAN secara nasional maupun Maluku masih mengawal sengketa hasil Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK). PAN juga menjaga stabilitas politik di daerah selama hingga dilantiknya kepala daerah dan wakil kepala daerah periode 2025-2030.

Apalagi Muswil kemungkinan baru bisa dilaksanakan pada Maret, setelah penetapan calon kepala daerah terpilih dan pelantikan. Olehnya itu, Haerudin meminta Peter Tatipikalawan, Koordinator Wilayah PAN Maluku dan kader lainnya tidak membuat gaduh 

"Karena itu kami berharap Kowil harus lebih mengetahui situasi sehingga tidak membuat gaduh. Kita butuh stabililtas politik internal yang baik. Keinginan ibu (Widya Pratiwi) setelah hasil Pilkada, mari bersama-sama membangun PAN lebih baik lagi ke depan untuk pemerintahan ke depan yang lebih baik pula," kuncinya. (Aju)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai