Jeffry Rahawarin Berpeluang Diusung PDI Perjuangan
Jeffry Rahawarin.
FaizalLestaluhu
04 Apr 2024 08:47 WIT

Jeffry Rahawarin Berpeluang Diusung PDI Perjuangan

AMBON,AE-PDI Perjuangan menjadi rebutan semua bakal calon Gubernur Maluku. Selain memiliki basis pemilih yang loyal, partai ini juga mendapat delapan kursi DPRD Maluku.

Pencalonan bupati, walikota dan gubernur dalam Pilkada Serentak 2024 menggunakan perolehan kursi atau akumulasi suara partai politik hasil Pemilu 2024. Dengan 8 kursi DPRD, PDIP hanya membutuhkan satu kursi atau berkoalisi dengan satu parpol saja untuk memenuhi 9 kursi sebagai persyaratan mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Maluku.

Olehnya, nama-nama seperti Febry Calvin Tetelepta (FCT), serta Jeffry Apoly Rahawarin (JAR) dikabarkan sedang berusaha mati-matian untuk mendapatkan hati PDIP, agar diusung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku 2024.

FCT yang saat ini menjabat sebagai Deputi I Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, diketahui menggunakan jaringannya di tingkat pusat, supaya bisa menggunakan bendera PDIP.

Namun perjalanan FCT merebut partai besutan Megawati Soekarnoputri itu sepertinya tak akan mulus. Pasalnya mantan Pangdam IX/Pattimura, Letjen TNI (Purn) Jeffry Apoly Rahawarin (JAR) akan menjadi saingan terberat merebut bendera PDIP.

Pengamat politik asal Universitas Pattimura Ambon, Paulus Koritelu, kepada media ini, Rabu (3/4) kemarin mengatakan, ada beberapa indikator yang bisa dijadikan ukuran untuk menilai sebenarnya PDIP akan berlabuh di kandidat siapa.

"Pertama, adalah kehendak baik dari komunitas PDIP yang ada di Maluku, tentu di bawah kepemimpinan Benhur George Watubun," terangnya.

Selanjutnya, sambung dia, adalah DPP PDIP sendiri. Sebab belum tentu kesamaan aspirasi dan kehendak arus bawah secara otomatis diberikan oleh pusat, walaupun ada Komarudin Watubun disana yang bisa saja mengamankan keinginan DPD PDIP Maluku.

Kemudian faktor yang lainnya adalah objektivitas dari elektabilitas masing-masing calon. Karena Megawati adalah pribadi yang sangat moderat, demokratis, menjunjung tinggi begitu banyak nilai-nilai politik bermartabat.

Berdasarkan beberapa faktor itu, menurut Paulus, baik JAR maupun FCT, dan atau Said Latuconsina yang digadang maju, memiliki probabilitas yang sama.

"Jadi kemungkinan mereka semua punya peluang yang sebenarnya fifty-fifty (sama-sama berpeluang). Namun, berdasarkan beberapa faktor itu, maka kemudian saya lebih cenderung untuk menilai kekuatan pusat sedapat mungkin akan diperjuangkan mati-matian oleh FCT," nilainya.

Tetapi, kata dia, dari faktor-faktor yang lain misalnya primordialisme politik, sentimen-sentimen kedaerahan dan sebagainya, maka JAR lebih berpeluang untuk memperoleh rekomendasi PDIP.

"Kenapa JAR, karena perhitungan PDIP itu adalah partai yang sangat matang, bahkan mengambil keputusan penting pada waktu waktu terakhir dan biasa sangat menentukan," paparnya.

Itulah sebabnya perjalanan beberapa bulan ke depan akan sangat ditentukan oleh elektabilitas masing-masing.

"Saya kira dari sisi itu JAR masih jauh unggul di atas FCT, untuk berpeluang mendapatkan rekomendasi PDIP," ujarnya. 

Kendati JAR memiliki keunggulan dibanding FCT, tutur dia, tetapi ada catatan penting yang bisa juga membuat PDIP mempertimbangkan untuk tidak mengusung pensiunan Jenderal TNI bintang tiga itu.

"Kenapa seperti itu? karena dengan catatan kalau sekiranya JAR sudah pasti mendapatkan Golkar, maka ada kemungkinan PDIP bisa saja mengurungkan niat mengusung JAR," katanya.

Sebab dalam tradisi peradaban politik Maluku, Golkar tidak pernah akan berkoalisi dengan PDIP. Jadi JAR ketika lebih fokus ke PDIP maka kemungkinan besar akan mendapat rekomendasi, karena aspirasi arus bawah.

Tapi jika ada kemungkinan JAR mendapat Golkar, PDIP akan mengambil posisi berbeda, karena PDIP tidak mungkin bisa bersanding dengan Golkar di Pilgub.

Dia menambahkan, JAR lebih kuat dari FCT, karena posisi kalkulasi rasional politik, JAR adalah calon yang bisa mengimbangi kepiawaian maupun juga determinasi agresivitas politik dari seorang Murad Ismail sebagai incumbent.

"Saya kira JAR adalah pribadi yang sangat relevan, cocok dan mempunyai sejumlah political capital (modal politik) untuk bisa mengimbangi, meredam bahkan bisa jadi meredam laju seorang petahana Murad Ismail dalam perhelatan Pilgub Maluku," tutupnya.(Nal)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai