MAKASSAR,AT--RS Mata JEC ORBITA Makassar menghadirkan teknologi PRESBYOND® Laser Blended Vision, solusi koreksi presbiopia pertama di Indonesia Timur. Kehadiran teknologi ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata modern, khususnya bagi mereka yang mulai mengalami gangguan penglihatan dekat akibat pertambahan usia.
Direktur RS Mata JEC ORBITA Makassar, dr. Mirella Afifudin, SpM, M.Kes, mengatakan bahwa Makassar sebagai pusat ekonomi di Indonesia Timur memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar dan membutuhkan dukungan penglihatan optimal untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
"Ketika kemampuan melihat dekat mulai menurun, dampaknya tidak hanya terasa saat membaca, tetapi juga pada produktivitas dan kenyamanan beraktivitas. Melalui PRESBYOND, kami menghadirkan pilihan koreksi penglihatan yang lebih personal dan relevan bagi pasien presbiopia," ujar Mirella.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar tahun 2024, jumlah penduduk Makassar mencapai sekitar 1,48 juta jiwa, dengan 65,74 persen berada pada usia produktif 15–59 tahun. Kondisi ini membuat kebutuhan akan solusi gangguan penglihatan terkait usia menjadi semakin relevan.
Presbiopia merupakan kondisi menurunnya kemampuan mata untuk fokus pada objek jarak dekat yang umumnya mulai dirasakan setelah usia 40 tahun. Keluhan ini sering mengganggu aktivitas sehari-hari seperti membaca pesan di telepon genggam, bekerja di depan komputer, membaca dokumen, hingga melihat menu makanan.
Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat presbiopia sebagai penyebab utama gangguan penglihatan dekat yang belum tertangani, dengan sekitar 826 juta orang terdampak. Sementara studi yang dipublikasikan dalam jurnal Ophthalmology memperkirakan jumlah penderita presbiopia mencapai 1,8 miliar orang pada 2015 dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 2,1 miliar orang pada 2030.
Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC ORBITA Makassar, dr. Andi Akhmad Faisal, SpM, M.Kes, menjelaskan bahwa PRESBYOND berbeda dengan prosedur LASIK atau SMILE yang umumnya ditujukan untuk mengoreksi rabun jauh, rabun dekat, maupun astigmatisme.
"PRESBYOND dikembangkan khusus untuk presbiopia. Teknologi ini menggabungkan koreksi refraksi dengan peningkatan rentang fokus penglihatan sehingga pasien dapat melihat lebih nyaman pada jarak jauh, menengah, maupun dekat," jelasnya.
Teknologi tersebut menggunakan pendekatan Laser Blended Vision, yaitu pengaturan fokus yang berbeda pada kedua mata. Mata dominan difokuskan untuk penglihatan jauh, sementara mata non-dominan membantu penglihatan dekat. Berbeda dengan metode monovision konvensional, PRESBYOND dirancang untuk menciptakan transisi fokus yang lebih halus sehingga kedua mata tetap dapat bekerja secara bersamaan dengan nyaman.
Meski demikian, tidak semua pasien dapat menjalani prosedur ini. Sebelum tindakan dilakukan, pasien harus menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk menilai kondisi kornea, ketebalan kornea, kualitas permukaan mata, ukuran pupil, dominansi mata, kondisi lensa, hingga kebutuhan visual sehari-hari.
Menurut dr. Andi, evaluasi menyeluruh sangat penting untuk memastikan hasil yang optimal dan kenyamanan pasien setelah tindakan.
"Keputusan tindakan tidak hanya berdasarkan angka resep kacamata. Kami juga menilai berbagai aspek kesehatan mata, termasuk memastikan tidak ada katarak yang dapat memengaruhi hasil penglihatan," katanya.
PRESBYOND juga dapat menjadi pilihan bagi individu yang sebelumnya tidak memiliki gangguan minus atau silinder, namun mulai membutuhkan kacamata baca akibat presbiopia. Selama hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi mata yang memenuhi syarat, pasien tetap dapat menjadi kandidat untuk prosedur ini.
Dengan hadirnya PRESBYOND, RS Mata JEC ORBITA Makassar semakin memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan koreksi penglihatan yang personal, presisi, dan sesuai kebutuhan pasien di berbagai tahap usia.
Selama lebih dari 42 tahun, JEC Group terus memperluas akses layanan kesehatan mata di Indonesia melalui 16 cabang yang tersebar di berbagai wilayah. Komitmen tersebut juga mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan Healthcare Asia Awards 2026 untuk kategori Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia.
Dapatkan sekarang