AMBON,AT-Profesor Fredy Leiwakabessy terpilih sebagai Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon periode 2023-2027. Fredy punya mimpi besar mewujudkan Unpatti sebagai kampus terbaik di Indonesia Timur dan masuk deretan kampus terbaik dunia.
Perjalanan Fredy menuju kursi rektor, cukup mulus. Pada tahapan penyaringan bakal calon ke calon rektor yang digelar melalui Rapat Senat Universitas Pattimura, 5 Oktober 2023, Leiwakabessy berhasil memperoleh 22 suara, terbanyak dari dua calon lainnya masing Prof. Drs. Jusuf Madubun 15 suara, dan Prof. Dr. Izaak Hendrik Wenno 16 suara.
Sejak saat itu, banyak pihak, terutama di lingkup kampus Unpatti memprediksi, Prof Edy--sapaan akrab Fredy Leiwakabessy--akan terpilih memimpin kampus Basudara itu empat tahun ke depan. Prediksi itu akhirnya terbukti lewat terpilihny Prof Edy dalam rapat paripurna senat pemilihan calon rektor, Selasa, 7 November 2023.
Freddy Leiwakabessy ditetapkan sebagai rektor terpilih berdasarkan Keputusan Senat Universitas Pattimura Nomor 11/UN13.V/SK/2023. Ia mengantongi 66 suara dari 109 hak suara para senat dan 35 persen rekomendasi kementerian.
Dua calon lainnya, yaitu Jusuf Madubun memperoleh 16 suara, dan Izaak Wenno mengantongi 27 suara.
"Dari hasil perhitungan suara, calon dengan nomor urut dua, Prof Fredy Leiwakabessy memperoleh suara terbanyak mengungguli dua lawan calon rektor lainnya. Senat Unpatti mengucapkan selamat atas terpilihnya Prof Freddy Leiwakabessy sebagai Rektor Unpatti selama empat tahun ke depan. Semoga bisa menjalankan tugas, amanah serta tanggung jawab yang telah diberikan,"ucap kata Ketua Senat Unpatti, Prof. M. Nirahua.
DUA KALI GAGAL JADI DEKAN
Fredy Leiwakabessy merupakan guru besar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpatti. Lulus dari FKIP pada 1989, Fredy melanjutkan studi program magister (S2) di Universitas Negeri Malang, dan lulus pada 1999, dan menggondol gelar doktor (S3) dari Universitas Airlangga tahun 2005.
Sebelum diangkat menjadi Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof Edy pernah dua kali berturut-turut calon dekan FKIP Unpatti. Namun, figur yang dikenal sederhana ini gagal mengalahkan petahana dekan kala itu.
Dalam pemilihan pemilihan rektor Unpatti pada 2019 lalu, Fredy merupakan salah satu suksesor Prof Marthinus Saptenno untuk periode kedua, 2020-2024. Karena, Fredy dipercayakan Saptenno sebagai Warek yang mengurusi bagian akademik Unpatti.
Salah satu dosen FKIP Unpatti, Iwan Rumalean mengaku, Prof Edy merupakan sosok sederhana. Dengan pengalaman yang dimilikinya sebagai mantan wakil dekan FKIP dan kini Warek, Iwan yakin Fredy bisa membawa Unpatti lebih maju lagi ke depan.
"Beliau orang berkualitas, dan tentu kita berharap beliau mampu memajukan lagi Unpatti dari semua aspek,"singkatnya.
KAMPUS KELAS DUNIA
Prof. Fredy Leiwakabessy memiliki mimpi serta visi menjadikan Unpatti sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia Timur, menjadi center of excellence, world class university (kampus berkelas dunia) dan pusat kajian untuk pengembangan Tridharma perguruan tinggi serta menjadikan Unpatti sebagai universitas kebanggaan orang Maluku dan dan mendorong revitalisasi ke PTN-BH.
Fredy berterima kasih atas kepercayaan dan penghormatan yang diberikan baik oleh menteri lewat kuasa dan senat, yang adalah sebuah tanggung jawab dan anugerah yang harus diwujudkan dalam karya-karya ke depan.
"Apalagi, tantangan perkembangan IPTEK, perubahan iklim dan kebijakan pemerintah harus pula diikuti, diimplementasikan untuk mengembangkan Unpatti ke depan menjadi Universitas unggul menuju World Class University," kata Fredy saat menyampaikan sambutan usai terpilih.
Prof Edy juga bertekad mempercepat akreditasi program studi. Saat ini baru 5 dari 97 prodi di Unpatti yang sudah terakreditasi unggul.
"Kita akan kejar ketertinggalan ini. Minimal 30 persen dari prodi yang ada. Sehingga, prodi-prodi yang ada dapat terakreditasi unggul. Dan minimal lima prodi pada strata satu mendapatkan akreditasi internasional," jelasnya.
Ia menambahkan, akan mengupayakan secepat mungkin mendapatkan indikator utama institusi sesuai dengan aturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Kemendikbud-Ristek) ahun 2003.
"Hal ini kita harus cepat benahi sehingga dapat meningkatkan kualitas lulusan, dosen, kurikulum dan pembelajaran," pungkasnya.
Sementara itu, Rektor Unpatti dua periode, Prof. M.J Saptenno, M.Hum meminta para calon rektor dan semua anggota Senat yang berbeda pilihan agar bersama-sama bergandeng tangan membangun Unpatti, karena ada banyak hal yang harus digapai ke depan.
“Boleh berbeda-beda tetapi setelah ini kita harus bersatu. Bukan soal siapa yang memimpin, tapi harus kita saling dukung, mensinergikan visi misi Rektor terpilih dan visi Kementerian," ujarnya.
Diakui Saptenno, hampir 8 tahun memimpin Unpatti masih ada banyak kekurangan yang harus dibenahi. Karena itu, perlunya kerja sama dan kolaborasi semua pihak demi output dan outcome Unpatti yang semakin baik.
“Saya titipkan satu hal yang sangat penting kepada rektor terpilih dan seluruh anggota Senat untuk disikapi, bahwa dari 95 program studi di Unpatti, baru lima prodi yang dapat nilai unggul. Artinya, pekerjaan rumah yang dimiliki sangat besar ke depannya. Kita harus memastikan Prodi lain bisa mendapatkan terakreditasi unggul. Makanya, yang saya harapkan dari ini semua adalah kolaborasi dan sinergi kita semua,” pungkasnya. (Le/Jar)
Dapatkan sekarang