AMBON, AT—Pemilihan bupati dan wakil bupati Maluku Tengah tersisa satu tahun lebih lagi. Namun, sejumlah nama mulai mencuat ke publik. Dua di antaranya Miratih Dewaningsih dan Amien Ru'ati bakal ikut bertarung.
Miratih merupakan istri mantan Bupati Maluku Tengah dua periode, Abdullah Tuasikal. Kans Miratih cukup besar, karena saat ini masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) daerah pemilihan Maluku dan pengaruh suaminya.
Mantan kader PKB Maluku, itu juga sebelumnya merupakan anggota DPR. Meski kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPD pada Pemilu 2024, tetapi nama Miratih telah diperbincangkan di Maluku Tengah sebagai salah satu kandidat bupati.
Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres, Kamis (12/1) dari beberapa orang dekatnya menyebutkan, Miratih telah mulai menyusun kekuatan di akar rumput setelah namanya mencuat di peringkat atas hasil survei. Modal sosial, politik, dan kapital Miratih dinilai sudah cukup mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di kabupaten itu.
“Yang pasti, beliau akan maju. Beliau tidak asing lagi bagi masyarakat Maluku Tengah. Suaminya dua jadi bupati dua periode. Beliau sendiri pernah anggota DPR dan sekarang DPD. Investasi politiknya sudah 20 tahun,”kata sumber yang enggan namanya disebut.
Dia mengakui, Miratih belum menyebarkan banyak spanduk atau baliho. Alasannya, Miratih telah dikenal oleh masyarakat Maluku Tengah.
“Sosok-sosok lain yang muncul dengan baliho itu artinya mereka belum terlalu dikenal. Tapi, ibu Miratih kan sudah dikenal. Yang beliau lakukan hanya lebih meyakinkan masyarakat saja,”imbuhnya.
Berbeda dengan Miratih yang masih tertutup, Amien Ru'ati justru telah “dipromosikan”oleh sang suami, Tuasikal Abua, yang merupakan kakak Abdullah Tuasikal, untuk melanjutkan kepemimpinannya.
Di ujung masa jabatannya, Abua secara tegas menyatakan istrinya punya kapasitas dan pengalaman sebagai bekal untuk memimpin kabupaten tertua di Maluku itu.
Bahkan, dalam suatu kesempatan kunjungan kerja di Masohi, Abua meminta dukungan masyarakat agar istri maju dalam Pilkada Maluku Tengah 2024.
"Siapa pun yang akan menggantikan saya harus punya keinginan yang sama seperti saya. Istri saya juga boleh. Semua punya kebebasan berdemokrasi," kata Abua, kala itu. (dw)
Dapatkan sekarang