Irfan Patty: Seleksi Sekda SBT Harus Dilihat Berdasarkan Aturan, Bukan Primordialisme
Irfan Patty.
FaizalLestaluhu
20 Sep 2025 09:49 WIT

Irfan Patty: Seleksi Sekda SBT Harus Dilihat Berdasarkan Aturan, Bukan Primordialisme

AMBON, AT– Polemik mengenai siapa yang layak menduduki jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sebaiknya disikapi secara dewasa dan berlandaskan aturan yang berlaku, bukan sentimen primordialisme.

Hal itu ditegaskan oleh Irfan Patty, salah satu tokoh pemuda pejuang pemekaran Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Seram Bagian Timur (SBT) yang tergabung dalam barisan muda Iksamuni (Ikatan Persaudaraan Muslim Nusa Ina) Provinsi Maluku.

“Sepantasnya semua pihak yang berkepentingan tunduk pada aturan yang berlaku, tidak terjebak pada isu primordialisme sempit,” ujar Irfan, Jum'at (19/9/2025).

Irfan menjelaskan, lahirnya Kabupaten SBB dan SBT merupakan buah perjuangan bersama seluruh masyarakat Seram, baik dari wilayah Seram Selatan maupun Seram Utara. Setiap aksi demonstrasi di Masohi, Maluku Tengah, kala itu selalu diwarnai peran aktif masyarakat Seram.

“Saat itu Iksamuni berjuang dengan semboyan ‘Seram untuk Semua’. Jadi, kalau ada orang Seram Selatan atau Seram Utara yang diangkat menjadi sekda di SBB atau SBT, maka itu sangat wajar dan dibenarkan secara moral,” kata dia.

Menurutnya, proses pengangkatan sekda sepenuhnya didasarkan pada regulasi kepegawaian, bukan pendekatan politik. Ia mencontohkan, Sekda Provinsi Maluku yang berasal dari SBT tidak pernah dipermasalahkan kabupaten lain.

“Apakah dia dipermasalahkan oleh kabupaten lain? Kan tidak, karena sesuai aturan ASN,” ujarnya.

Lebih jauh, Irfan mengajak seluruh pihak untuk lebih dewasa dalam menyikapi dinamika seleksi Sekda SBT demi masa depan Maluku. Ia juga mendorong generasi muda agar memahami sejarah perjuangan pemekaran kabupaten dan meneladani tokoh-tokoh yang lahir serta besar di daerah tersebut.

“Generasi muda kita harus mengetahui sejarah. Kita harus bangga Pak Qadri Amahoru dibesarkan di SBT, pernah menjadi camat dan kepala pemerintahan di SBT. Maka wajar kalau beliau dipercaya nanti jadi sekda, karena sudah sangat dekat dengan masyarakat di sana,” tutur Irfan.

Irfan berharap semua pihak kembali kepada visi dan misi perjuangan pemekaran SBB dan SBT yang dahulu diperjuangkan bersama.

Sebelumnya, proses seleksi Sekda SBT diikuti empat pejabat, Achmad Q. Amahoru (Penjabat Sekda), Sumarno Sagala (Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP), Murad Wokas (Kepala Dinas Perhubungan), serta Saleh Sukunora (Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda SBT).

Hasil seleksi menunjukkan Achmad Q. Amahoru menempati posisi teratas dengan skor 86,81 persen, disusul Sumarno Sagala dengan 79,18 persen. Murad Wokas meraih 73,61 persen dan Saleh Sukunora memperoleh 72,45 persen.(Wahab)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai