Inflasi Tinggi, Tim Kemendagri Kunjungi Pemkot Ambon
RAKOR : Tenaga Ahli Dirjen Otda Kemendagri, Emeralda Ayu Kusuma, melaksanakan Rakor bersama Pemkot Ambon, terkait tingginya inflasi di Kota Ambon. Seusai rapat mereka kemudian memantau harga sembako di pasar Mardika, kemarin.
(Jardin/Ameks).
FaizalLestaluhu
11 Jul 2023 11:23 WIT

Inflasi Tinggi, Tim Kemendagri Kunjungi Pemkot Ambon

AMBON,AT-Inflasi di Kota Ambon, tertinggi di Provinsi Maluku. Kondisi itu mendapatkan perhatian serius dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Kemarin tim dari Kemendagri yang diwakilkan tenaga ahli Dirjen Otonomi Daerah (OTDA), Emeralda Ayu Kusuma, mengunjungi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, guna melaksanakan rapat koordinasi (Rakor), bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Pemerintah Kota Ambon.

Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Melkuas Wattimena mengatakan, rakor tersebut untuk mengevaluasi penyebab tingginya inflasi di Kota Ambon.

Menurutnya, dari hasil evaluasi bersama Kemendagri dan stakeholder daerah, menunjukkan Pemkot telah berupaya dalam hal mengendalikan inflasi. 
"Saya kira Upaya Pemkot Ambon menurunkan inflasi terjadi setiap bulan. Kami melakukan langkah-langkah pengendalian. Namun bulan Mei - Juni ini, inflasi naik dikarenakan curah hujan tinggi, serta ombak, yang mengakibatkan nelayan tidak melaut, hasil panen cabai dan sayur-sayur busuk," jelas dia, kepada wartawan di Balai Kota kemarin.

Wattimena merincikan, tingginya inflasi tersebut karena lima komuditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi month to month (MtM) pada bulan Juni 2023 yakni, tarif angkutan udara, beras, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, dan sawi hijau. 
"Selain barang pokok dan komiditi pasar tersebut, pemicu utama tingginya inflasi, adalah administrasi price yakni, kenaikan harga bensin, beras, rokok kretek, rokok filter, dan tukang bukan mandor, berdasarkan perhitungan inflasi Year on Year (YoY) Juni 2023,"terangnya.

Dikatakan, Pemerintah Kota saat ini terus berupaya untuk menekan tingginya inflasi tersebut, dengan berbagai cara.
“Mudah-mudahan bisa diturunkan kembali angka inflasi ini, tugas Pemkot menjaga ketersediaan stok barang kebutuhan pokok sehingga kenaikan harga tidak terlalu tinggi dan masyarakat dapat menjangkaunya," tandasnya. 

Sementara itu, tenaga ahli Dirjen OTDA Kemendagri, Emeralda Ayu Kusuma membenarkan, pernyataan Penjabat Wali Bodewin Wattimena terkait dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan Pemkot guna menekan inflasi 

“Saya rasa upaya-upaya yang sudah dilakukan Pemkot cukup baik hanya saja perlu dioptimalkan lagi, serta lebih tepat sasaran, yang disertai dengan basis data akurat,” ungkapnya. 

Ayu mengaku, point-point penting guna membantu Pemkot agar dapat menekan laju inflasi diperlukan, agar tidak terjadi kembali peningkatan yang membludak di daerah. 
“Yang pertama, kerja sama antar daerah, kemudian kolaborasi dengan instansi vertikal, termasuk ketepatan dalam memprioritaskan program agar tepat manfaat, tepat guna, tepat sasaran, dan impactnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. 

Untuk diketahui, inflasi kota Ambon dengan perhitungan YoY meningkat dari 5,03 persen, Juni tahun lalu menjadi 6,1 persen pada Juni 2023. Angka 
tersebut berdasarkan hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon. (AHA)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai