MASOHI, AT. – Imbas kurma berbelatung dari paket Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah siswa alami sakit perut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) siap bertangungjawab penuh.
Rupanya insiden kurma berbalatung yang terjadi pada Rabu (30/1), menyebabkan sejumlah siswa SD Negeri 23 Maluku, di Kota Masohi alami sakit perut.
Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SD Negeri 23 Masohi, Siti Aisyah Tuasikal, yang membenarkan peristiwa tersebut, Ia menceritakan, salah satu siswanya mendadak tampak lemas dan berkeringat setelah memakan kurma.
"Kemarin ada salah satu anak usai makan buah kurma, ia keringatan seperti sakit. Saya langsung telepon orang tuanya dan anak tersebut langsung dibawa pulang," ungkap kepada media ini. Kamis (31/7).
Dirinya mengatakan, para siswa memang menemukan belatung saat hendak menyantap kurma dari paket MBG yang sedikian.
“Saat anak-anak mau makan kurma itu, mereka temukan bahwa kurmanya berulat,” jelasnya.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab menyalurkan paket MBG.
"Harapannya pihak SPPG dapat lebih teliti dan berhati-hati demi menjaga kesehatan para siswa, makanan yang disediakan harus sesuai dengan standar gizi, karena anak-anak yang makan," tegasnya.
Sementara itu, Koordinator SPPG Letwaru, Abdul Rasyid, menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian ini dan menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab penuh.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, kami menyadari ini murni kelalaian kami," ucap Rasyid.
Sebagai informasi, SPPG Letwaru baru mulai beroperasi sejak 21 Juli 2025 dan telah menyalurkan program MBG ke 13 sekolah di berbagai jenjang di wilayah Kota Masohi. (AJ).
Dapatkan sekarang