AMBON, AT-- Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Maluku (IKAPELAMAKU) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar acara puncak peringatan Hari Pattimura ke-208 sekaligus Hari Ulang Tahun IKAPELAMAKU DIY ke-55 tahun yang bertempat di Taman Kuliner Condongcatur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (21/6) pekan lalu.
Kegiatan ini mengusung tema "Kalesang Hidop Orang Sudara" yang menekankan pentingnya merawat persaudaraan, memperkuat semangat nasionalisme, dan melestarikan seni dan budaya Maluku di tanah perantauan Yogyakarta.
Ketua Panitia, Pdt. Dr. Jozef M. N. Hehanussa, melalui sambutannya mengatakan, acara ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan lain yang sudah dilaksanakan. Sebelumnya, panitia telah menggelar aksi sosial berupa donor darah bekerja sama dengan PMI Sleman.
"Hal ini sebagai perwujudan semangat perjuangan Pattimura, serta sebagai bentuk cinta kasih dan tanggung jawab sosial orang Maluku terhadap sesama,"ujarnya.
Ketua Umum IKAPELAMAKU-DIY, M. Hatta Tuasikal, dalam sambutannya juga mengatakan, Pattimura telah berjuang mengusir penjajah, dan sekarang tanggung jawab kita untuk melanjutkan semangatnya dengan terus belajar untuk melawan kebodohan, meningkatkan kesejahteraan, dan turut berperan dalam berbagai aspek pembangunan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Pembina IKAPELAMAKU, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, MBA. "Semangat Pattimura harus terus diimplementasikan khususnya melalui pendidikan dan kehidupan sosial. Dengan komitmen disiplin, integritas, dan kemampuan beradaptasi,"katanya.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, melalui sambutannya yang dibacakan oleh Kabid Ketahanan Sosial Budaya dan Ekonomi, Badan Kesbangpol DIY, Sih Utami, mengungkapkan Kapitan Pattimura merupakan simbol perjuangan, cinta dan kesetiaan terhadap tanah air.
"Semangatnya itu juga yang harus diilhami dalam diri Pattimura-Pattimura Muda atau pemuda-pemudi bangsa ini agar semangat persatuan dan berbangsa terus tumbuh,"paparnya.
Selain menjadi ajang peringatan sejarah perjuangan pahlawan nasional asal Maluku Thomas Matulessy (Pattimura), kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi budaya dan refleksi kolektif atas perjalanan IKAPELAMAKU-DIY yang telah menanjakkan usianya yang ke 55 tahun sebagai "Baileo" yang menghimpun orang-orang Maluku di Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lari obor Pattimura, sebuah tradisi simbolik yang membawa api semangat perjuangan dari Kompleks RRI Yogyakarta menuju lokasi acara di Taman Kuliner Condongcatur. Acara puncak menyuguhkan seni dan budaya Maluku seperti tari-tarian tradisional dan lagu-lagu daerah Maluku, yang dibawakan oleh mahasiswa dan beberapa IKPM-IKPM asal Maluku di Yogyakarta.
Acara ini dihadiri oleh ratusan orang Maluku yang ada di Yogyakarta maupun dari luar. Adapun tamu undangan yang hadir yaitu, Kepala Bidang Ketahanan Sosial Budaya dan Ekonomi, Badan Kesbangpol DIY, Ibu Sih Utami selaku perwakilan Pemda DIY, Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Kasrem 072/Pmk, Kolonel Kav Tri Sugiarto, Panewu Kapanewon Depok-Sleman Djoko Muljanto, dan Pembina IKAPELAMAKU Prof. Eduardus Tandelilin.
Acara ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dari Polsek Bulaksumur, Polsek Depok Timur, Polresta Sleman, yang memberikan pengawalan dan pengamanan selama jalannya kegiatan. (*)
Dapatkan sekarang